Jangan Takut Vasektomi, Pria Tetap Bisa Ejakulasi Kok!

11 November 2015, 08:03 WIB

vasektomi

Kabarnusa.com – Kaum pria tidak perlu cemas atau takut terhadap vasektomi sebab selain aman upaya medis itu tetap bisa membuat bisa ejakulasi. Bedanya, saat ejakulasi tidak mengandung sel spermatozoa atau sel mani sehingga tidak bisa membuahi sel telur wanita.

Bagi Anda yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi, namun masih ingin menikmati kehidupan seksual dengan pasangan resmi, tidak perlu risau lagi jika istri atau pasangan kita, kebobolan anak lagi.

Ketimbang harus meminta istri, melakukan kontrasepsi yang terkadang tidak aman ada baiknya memikirkan saran yang disampaikan Dr Asri dari Universitas Udayana, Denpasar.

“Saya menyarankan, kaum pria yang memiliki istri sudah di atas 35 tahun yang punya resiko kehamilan tidak aman, sebaiknya melakukan vasektomi,” tegas dia di sela World Vasectomy Day 2015 di Denpasar, Selasa (10/11/2015).

Ia menjelaskan, vasektomi adalah segala upaya medis yang digunakan untuk melindungi ibu dari kehamilan tidak aman.

Dengan vasektomi, manfaatnya sangat besar. Pria atau suami masih bisa ejakulasi saat melakukan senggama.

“Manfaatnya lebih besar, cairan mani yang dipancarkan saat puncak senggama itu, tidak mengandung sel spermatozoa atau sel mani,” tuturnya.

Dengan begitu, mereka bisa lebih aman dan nyaman saat menunaikan kewajiban memberikan nafkah batin kepada istri.

Bagi, keluarga yang sudah memiliki anak dua, atau mereka yang tidak menginginkan kehamilan lagi, Dr Asri menyarankan suami atau kaum pria yang melakukan vasektomi, sebagai cara paling aman.

Jadi, tidak benar jika ada anggapan, atau persepi yang menyatakan bahwa pria setelah vasektomi akan kehilangan vitalitas atau tidak bergairah lagi dengan istri.

Di pihak lain, juru bicara International Conference on Family Planning (ICFP), Dean Michael Klag mengumumkan pada 5 November 2015, dikarenakan erupsi vulkanik gunung Barujari, bandara Bali ditutup untuk 3 hari yang disebabkan abu vulkanik yang berdampak pada jadwal penerbangan dan kesehatan.

Diberbagai belahan dunia dilaporkan bahwa partisipasi laki-laki dalam kesehatan reproduksi dan KB, khususnya vasektomi masih sangat rendah, dibawah 1%.

Di Indonesia tahun 2014 dilaporkan bahwa jumlah akseptor vasektomi hanya 0,25% dari total akseptor yang berjumlah 8.500.247 orang.

Oleh karena itu untuk meningkatkan partisipasi laki-laki serta mendukung gerakan laki-laki bertanggungjawab maka PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) berkolaborasi dengan PPD (Partner in Population and Development) dan BKKBN akan menyelenggarakan kegiatan World Vasectomy Day (WVD) 2015 di  Gianyar Bali tanggal 13 November 2015.

“Vasektomi adalah metode kontrasepsi khusus untuk laki-laki yang sudah tidak ingin menambah anak lagi,” tegasnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini