Sleman— Pengalaman menyaksikan pertunjukan seni tari dan teatrikal Ramayana kini tidak hanya dapat dinikmati di Candi Prambanan maupun kawasan pesisir seperti Obelix Sea View Gunungkidul. Destinasi wisata air Jogja Bay Waterpark di Kabupaten Sleman merilis terobosan baru dengan menghadirkan legenda klasik tersebut di tepi Kolam Ombak (South Beach) melalui program bertajuk Bay Culture Show (BCS).
Pertunjukan perdana bertajuk “Ramayana Beyond the Wave: An Eternal Legend Reimagined” sukses memukau ratusan penunjung pada Sabtu (17/10/2026) sore.
Atraksi seni ini memadukan keanggunan tari tradisional, dinamika tari modern, pertunjukan fire dance, serta alur cerita teatrikal yang dipadu dengan latar visual ikonik wahana air.
General Manager Jogja Bay, Agus Rochiyardi, menjelaskan gagasan memadukan pertunjukan budaya dengan kawasan wahana air ini terinspirasi dari pertunjukan seni di Bali serta kawasan Candi Prambanan.
Semacam Sendratari, Sendratari ini awalnya melihat di Bali. Di Bali itu, tarian Kecak diselenggarakan di beberapa tempat. Karennaya muncul pemikiran jika menyelenggarakan Sendratari Ramayana di beberapa tempat juga bagus.
“Makanya kita sudah melihat ada di Prambanan, nah sekarang di kita,” ujar Agus saat ditemui di lokasi pementasan, Sabtu (17/10/2026).
Langkah inovatif ini sekaligus menjadi penanda perayaan satu dekade keberadaan Jogja Bay. Untuk menyambut momentum sepuluh tahun tersebut, pihak pengelola tengah melakukan revitalisasi sarana dan prasarana secara menyeluruh guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“Sekarang ini Jogja Bay usianya sudah 10 tahun dan baru melakukan revitalisasi karena kondisi usia 10 tahun ini relatif sudah lama untuk destinasi, sehingga perlu adanya pembaruan. Jembatan-jembatan sudah diperbarui, keramik wahana, taman, hingga repainting wahana,” kata Agus.
Selain pembenahan fisik wahana air, Jogja Bay juga menyiapkan pembaharuan pada wahana edukasi Museum Air. Konsep museum akan diubah total menjadi kawasan interaktif berbasis teknologi digital terkini.
“Nanti Museum Air itu akan kita ganti nama dan konsepnya menjadi lebih immersive. Kita menggunakan berbagai macam touch screen (layar sentuh) untuk berbagai interaktif di dalamnya, seperti simulasi menangkap ikan hingga mengambil sampah. Jadi nanti sesuatu yang sangat menarik,” imbau Agus.
Sementara itu, Sales Manager Jogja Bay, Fajri Wijayanto, menyampaikan program Bay Culture Show diproyeksikan menjadi wadah pertunjukan seni rutin yang digelar setiap Sabtu sore atau malam Minggu.
Pihaknya merangkul para seniman lokal, sanggar tari daerah, hingga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
“Kita kembali lagi dengan nama Jogja Bay, di mana kali ini mengusung tema Colorful Adventure. Bay Culture Show ini menjadi salah satu konsep baru. Kita mengusung tema seni tari tradisional yang dipadualkan dengan modern dan fire dance,” ungkap Fajri.
Meskipun mengusung lakon Ramayana pada bulan Oktober, tema tarian yang dibawakan dipastikan bakal terus berganti setiap bulannya tanpa menghilangkan identitas kebudayaan Nusantara.
“Kita tetap tematik tradisional. Nanti temanya akan berbeda-beda, bisa jadi nanti tema Srikandi yang kita angkat atau tarian daerah lainnya,” jelasnya.
Untuk menikmati pementasan ini, pengunjung dapat memilih paket tiket seharga Rp 90.000 melalui sistem reservasi WhatsApp resmi Jogja Bay, atau Rp 110.000 untuk pembelian langsung di loket (on the spot). Tarif tersebut sudah mencakup akses ke seluruh wahana permainan air, fasilitas tempat duduk bean bag, serta area menonton eksklusif.
Fajri menambahkan, tren kunjungan wisatawan ke Jogja Bay saat ini mengalami peningkatan signifikan hingga 50 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan rata-rata 500 hingga 1.000 pengunjung per hari. Kehadiran Bay Culture Show diharapkan mampu makin mendongkrak tingkat kunjungan masyarakat hingga penghujung tahun.
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Langkah inovatif manajemen Jogja Bay ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Kus Endarto, menilai pementasan seni tradisional di area waterpark merupakan sebuah terobosan baru di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini luar biasa ya. Insya Allah mudah-mudahan bisa menarik banyak orang lagi karena ini inovasi dengan menyesuaikan tempat yang ada, sehingga bisa menampilkan sesuatu yang khas,” puji Kus Endarto.
Ia berharap manajemen Jogja Bay dapat terus menjaga konsistensi penyelenggaraan serta secara bertahap meningkatkan kualitas pementasan demi memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
“Harapan kami ke depannya ini konsisten ya. Kalau diadakan reguler setiap hari Sabtu, tetap konsisten mengadakannya dan kualitasnya ditingkatkan. Sehingga wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati dengan lebih baik dan ceria,” pungkasnya.

