Jokowi: Antisipasi Kemungkinan Dampak Fenomena La Nina

13 Oktober 2020, 15:24 WIB

Presiden Joko Widodo/Biro Pers Setpres

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya bersiap
mengantisipasi peningkatan curah hujan di Indonesia akibat fenomena anomali
iklim La Nina.

Data menunjukkan, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi
curah hujan bulanan di Indonesia sebesar 20 hingga 40 persen di atas normal.

“Laporan yang saya terima dari BMKG, fenomena La Nina diprediksi akan
menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di
Indonesia akan naik 20-40 persen di atas normal,” ujar Jokowi saat memimpin
rapat terbatas mengenai Antisipasi Bencana Hidrometeorologi melalui konferensi
video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, (13/10/2020).

Secara khusus, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk segera
menghitung potensi dampak yang ditimbulkan kepada sejumlah sektor seperti
pertanian, perikanan, dan perhubungan.

“Karena peningkatan curah hujan 20 sampai 40 persen itu bukan kenaikan yang
kecil,” sambungnya.

Kepala Negara juga meminta agar informasi mengenai perkembangan cuaca terus
disampaikan sesegera mungkin kepada seluruh provinsi.

Dengan itu, pemerintah daerah dapat secara optimal mempersiapkan
langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi pemicu terjadinya bencana
hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Saya minta untuk disebarluaskan informasi mengenai perkembangan cuaca
secepat-cepatnya ke seluruh provinsi dan daerah sehingga tahu semuanya
sebetulnya curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi kenaikan seperti
apa,” tutupnya. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini