Kalahkan Empat Kandidat Asing, Dirjen Bimas Hindu Kemenag Raih ICCR

21 Maret 2017, 21:59 WIB
IMG 20170321 WA0030%2BKN
Dirjem Bimas Hindu Kemenag Ketut Widnya menerima penghargaan ICCR (foto:istimewa)

DENPASAR – Penghargaan Indian Council For Cultural Relations (ICCR) Distinguish Alumni 2016 dari Pemerintah India diberikan kepada Direktur Jenderal  Bimbingan Masyarakat  (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, Prof I Ketut Widnya PhD.

ICCR merupakan lembaga di bawah Kementerian Luar Negeri India yang diberikan mandat khusus untuk mempromosikan hubungan kebudayaan antara India dan negara negara lain di dunia. “ICCR Distinguish Alumni Award 2016 adalah yang kedua kalinya diberikan oleh Pemerintah India,” ujar Widnyana di Denpasar, Selasa (21/3/17).

Widnya berhasil mengalahkan empat kandidat kuat lainnya yang dinominasikan yaitu Dr Soe Win dari Myarmar, Dr Galina Sokolova dari Bulgaria, Sarito Boodhoo dari Mauritius, Prof Laura Gibratovna Yerekhesewa dari Kazakhstan.

Para kandidat dinominasi diajukan kedutaan besar India yang ada di masing masing negara. Pada umumnya mereka dianggap berjasa untuk membantu misi misi kebudayaan dan pendidikan India. Saat dirinya sebagai Ketua STAH Negeri Gde Pudja Mataram, banyak melakukan kerja sama kebudayaan dan pendidikan.

Bahkan, dia mengirim misi kesenian ke India. Pada waktu itu Duta Besar India untuk Indonesia adalah Gurjit Singh. “Saya sempat mengundang beliau datang ke kampus STAHN Mataram untuk memberi kuliah,” terangnya.

Penerima penghargaan dinilai dapat memberikan keteladan kepada para alumni ICCR. Mereka (alumni) harus selalu memegang prinsip prnsip moral, memegang teguh kejujuran dan bisa memimpin.

“Pada dasarnya praktek keilmuan yang dimiliki haruslah terwujud dalam etika keseharian,” tuturnya. Widnya sebagai penerima beasiswa unggulan pemerintah India itu pada 18 tahun lalu dan belajar jenjang MA dan Ph.D Buddhist Studies di Universitas Delhi.

Dia menilai India adalah pusat peradaban spiritual dunia. Meskipun India berkembang menjadi negara modern tetapi tetap menjaga peradaban spiritualnya. “Dunia berhutang budi kepada India yang telah memberikan hadiah berupa warisan spiritualnya,” tambah Widnya.

Penganugerahan ICCR Distinguish Alumni Award 2016 dihadiri langsung Presiden ICCR Dr Lokesh Chandra, Direktur Jenderal ICCR Shri Amarendra Khatua, Deputy Direktur Jenderal ICCR Shri Vanlalhuma, dosen dan mahasiswa serta perwakilan dari masing masing kedutaan penerima penghargaan.

ICCR adalah lembaga yang didirikan tahun 1950 oleh Menteri Pendidikan pertama India yakni Maulana Abdul Kalam Azad. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini