Kepala BNPB: Normalisasi Sungai Juwana Kunci Atasi Banjir Kudus

16 Januari 2026, 19:37 WIB

KUDUS, 16 Januari 2026 – Derita warga Kabupaten Kudus kembali mengingatkan betapa rentannya daerah ini terhadap bencana hidrometeorologi.

Tak kurang dari 5.890 rumah, 11 tempat ibadah, dan 45 fasilitas pendidikan terendam air.

Dua nyawa melayang akibat laka air, sementara 1.805 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan bertahan di 11 titik pengungsian.

Bencana tak berhenti di situ. Longsor melanda 127 titik di 14 desa, menelan satu korban jiwa.

Angin kencang pun menyapu 15 desa, menumbangkan puluhan pohon yang menutup jalan raya, merusak rumah, dan menimpa kendaraan.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. langsung meninjau Kudus.

Jumat siang, ia mendatangi aula DPRD Kudus yang kini menjadi tempat berlindung bagi 697 pengungsi—291 laki-laki dan 396 perempuan.

Di hadapan mereka, Suharyanto menyampaikan bela sungkawa dari Presiden. Ia menegaskan meski pemerintah tengah sibuk menangani banjir dan longsor di Sumatra, perhatian penuh tetap diberikan untuk Jawa Tengah.

Dalam dialog dengan pengungsi, terungkap bahwa kebutuhan dasar mereka relatif terpenuhi. Namun ada satu harapan besar: solusi permanen agar banjir tak lagi berulang. Normalisasi Sungai Juwana menjadi suara bulat masyarakat.

“Kebutuhan dasar warga sudah terjamin. Tapi mereka meminta normalisasi Sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi lagi,” tegas Suharyanto usai rapat koordinasi di DPRD Kudus.

BNPB pun berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Juwana. Normalisasi sungai ini sudah masuk dalam program jangka panjang BBWS.

Suharyanto mencontohkan penanganan banjir di Semarang pada 2025. Kala itu, Genuk-Kaligawe terendam lebih dari sepekan.

Kini, berkat penanganan yang lebih baik, wilayah tersebut aman dari banjir. Demak pun pernah dilanda banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan pada 2023–2024, namun segera ditangani agar tak terulang.

“Seperti di Semarang dan Demak, Kudus juga akan ditangani dengan orientasi pencegahan dan mitigasi. Normalisasi Kali Juwana adalah fokus utama agar banjir tak lagi menghantui,” tambahnya.

Selain solusi jangka panjang, BNPB juga melakukan langkah darurat.

Atas rekomendasi BMKG, satu pesawat disiagakan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jawa Tengah. Program ini direncanakan berlangsung lima hari, dengan kemungkinan diperpanjang sesuai evaluasi.

“Sejak tiga hari lalu, satu pesawat terus melaksanakan OMC. Meski cuaca di Kudus masih mendung, kami yakin operasi ini efektif mengurangi risiko banjir,” jelas Suharyanto.

Usai rapat koordinasi dengan forkopimda Kudus, Kepala BNPB langsung bertolak ke Jepara.

Esok, ia dijadwalkan meninjau penanganan darurat di Pati, dua kabupaten lain yang juga diterjang banjir di awal tahun ini.***

 

Berita Lainnya

Terkini