KKP Mantapkan Kolaborasi Pelatihan SDM Demi Ekonomi Biru

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan keberhasilan ekonomi biru tidak hanya bergantung pada program fisik, tetapi terutama pada kapasitas manusia yang mengelola sektor kelautan dan perikanan.

28 Januari 2026, 20:51 WIB

Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tanggal 28 Januari 2026 menegaskan komitmennya membangun fondasi ekonomi biru melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Langkah ini diwujudkan lewat Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan bertema “Mewujudkan SDM KP Unggul melalui Kolaborasi Pelatihan Mendukung Ekonomi Biru” yang digelar Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) bersama BPPSDM KP di Jakarta, 26 Januari lalu.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah KKP dengan mitra pembangunan nasional maupun internasional, demi mencetak SDM kelautan dan perikanan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menghadapi tantangan global serta perubahan iklim.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan keberhasilan ekonomi biru tidak hanya bergantung pada program fisik, tetapi terutama pada kapasitas manusia yang mengelola sektor kelautan dan perikanan.

“Pelatihan hanyalah awal. Ke depan, sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional adalah kunci agar SDM kita benar-benar kredibel,” ujarnya.

Ia menambahkan, arahan Presiden RI melalui Astacita menempatkan SDM KP sebagai modal strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Puslat KP, Lilly Aprilya Pregiwati, menekankan kolaborasi dengan mitra pembangunan telah menjangkau lebih dari 10.765 peserta pelatihan dalam lima tahun terakhir.

Modul-modul pelatihan kini terintegrasi dalam LMS E-Milea, memastikan standardisasi dan keberlanjutan lintas wilayah.

Pelatihan diarahkan mendukung program prioritas KKP, mulai dari konservasi perairan, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengawasan pesisir, hingga program Laut Sehat Bebas Sampah.

EDF Indonesia menegaskan komitmennya mendukung pengelolaan perikanan adaptif terhadap perubahan iklim, sementara RARE Indonesia menekankan pentingnya perubahan perilaku berbasis masyarakat.

Hingga kini, kolaborasi dengan delapan mitra pembangunan telah menghasilkan 36 modul pelatihan dan pedoman untuk pengelolaan kelautan berkelanjutan.

Cerita nyata datang dari Bolaang Mongondow. Chichi Fitriana, Koordinator Penyuluh Perikanan, mengaku pelatihan Training of Trainer membekalinya dengan metode fasilitasi yang lebih partisipatif.

Sementara Nasrun, seorang nelayan, merasakan manfaat langsung berupa pemahaman menjaga kelestarian laut, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, hingga literasi keuangan.

Kini, kelompok nelayan di wilayahnya lebih disiplin menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan mengelola usaha secara tertata.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pengembangan Kapasitas SDM KP oleh KKP dan mitra pembangunan, menegaskan langkah kolektif menuju pelatihan yang berdampak, berkelanjutan, dan terintegrasi.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, penguatan SDM adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Kolaborasi lintas pihak diyakini menjadi kunci agar ekonomi biru berjalan inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.***

 

Berita Lainnya

Terkini