Kontraktor Australia “Bajak” Pesawat Virgin Blue

25 April 2014, 20:31 WIB
virgin+air
Pesawat VIrgin Asutralia yang dilaporkan dibajak (Foto:KabarNusa)

Denpasar, KabarNusa.com, – Matt
Cristopher seorang warga negara Australia berulah di dalam pesawat
Virgin Asutralia 041 sehingga pilot sampai melaporkan adanya pembajakan
dari penerbangan Brisbane ke Denpasar, Bali.

Komanda Pangkalan
TNI AU Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W mengungkapkan, informasi awalnya
adanya pembajakan diterima dari ATC Tower Makassar dan ATC Tower Bandara
Ngurah Rai, Bali yang mendapat sinyal hiject dari pilot.

“Pilot
menekan tombol yang menandakan adanya pembajakan, sehingga informasi itu
kami tindaklanjuti dengan langkah pengamanan sesuai standar dan
prosedur yang ada,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (25/4/2014).

Dari
informasi disampaikan, sinyal adanya pembajakan diterima 30 menit
sebelum pesawat landing di bandara. Petugas menyiapkan langkah
pengamanan untuk menangkap pelaku dan evakuasi penumpang.

Hanya
saja, karena komunikasi di dalam pesawat dengan bandara tidak bisa
dilakukan sehingga petugas melakukan langkah-langkah dengan bahasa
visual. Untungnya tim kru Virgin Air memahami bahasa itu termasuk ketika
diarahkan untuk landing di sisi selatan apron bandara.

Setelah pesawat landing, dan petugas mendapat izin untuk masuk, akhirnya tim penyelamat bergerak ke dalam pesawat.

“KAmi
kirim empat personel dari POM dan intel masuk ke dalam pesawat dan
melakukan penangkapan dengan memborgol pelaku,” jelasnya.

Tidak ada insiden berarti saat pasukan TNI masuk dalam pesawat dan menangkap pria yang bekerja sebagai kontraktor itu.

Petugas
gabungan TNI dan Polri dan keamanan bandara sempat menginterogasi satu
persatu dari 139 penumpang untuk memastikan, apakah ada yang memiliki
kaitan dengen palaku. Petugas juga melakukan pembersihan pesawat
mengantisipasi kemungkinan adanya barang-barang atau berbahaya di dalam
pesawat.

Hasilnya, pesawat clear tidak ada indikasi ada barang
berbahaya sehingga setelah dilakukan reposisi, seluruh penumpang
dievakuasi satu persatu masuk dalam kendaraan khusus, selanjutnya dibawa
ke terminal diserahkan ke pihak maskapai guna penanganan lebih lanjut.

Setelah
hampir tiga jam menjalani pemeriksaan pihak TNI AU di Base Ops Lanud
Ngurah Rai, akhuirnya Matt diserahkan ke tim penyidik Polda Bali untuk
penyidikan lebih lanjut.

Sedangkan, para kru pesawat dan pilot tengan menjalani pemeriksaan tim penyelidik Otoritas Bandara Otband Ngurah Rai.

Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai menutup penerbangan selama 32 menit untuk proses evakuasi 139 penumpang Virgin Australia.

GM
Angkasa Pura I NGurah Rai Herry AY Sikado mengungkapkan, sesuai
prosedur penyelamatan penumpang pihaknya melakukan penutupan bandara
mulai pukul 14.55 Wita sampai pukul 15.27 Wita.

Pesawat dari penerbangan Brisbane Australia itu, mendarat sekira pukul 14.00 Wita di Bandara Ngurah Rai Bali.

“Karena laporan yang diterima pembajakan sehingga pesawat diarahkan landing di ujung landasan selatan,“ jelasnya.

Setelah 
tim dari Lanud Udara berhasil masuk memborgol pelaku diketahui bernama
Matt Christopher asal Australia, pesawat kemudian dipindah  direposi ke
lokasi yang lebih aman di runway 7 sisi  selatan

Petugas mengevakuasi satu persatu 139 penimpang ke kendaraan khusus untuk dibawa ke terminal.

“Setelah di terminal kami serahkan ke maskapai untuk penanganan selanjutnya“ ujar dia.

Prosesa penangkapan pelaku hingga evakuasi berangsung sekira satu jaman dan bandara kembali dibuka sekira pukul 15.57 Wita.

Seluruh
penumpang dipastikan dalam kondisi aman tidak ada yang mengalami luka
selama insiden pembajakan pesawat Virgin Blue Air Australia.

Selama penutupan bandara sambung Herry banyak pesawat yang holding di udara. Secara umum tidak memgganggu aktivitas penerbangan.

Dari
pemeriksaan sementara terhadap kondisi kejiwaan Matt yang dilaporkan melakukan pembajakan pesawat Virgin Air Australia mengalami
paranoid.

Kapolda Bali Irjen Pol AJ Benny Mokalu mengungkapkan,
dari penyelidikan diketahui aksi pembajakan terjadi saat pesawat berada
sekira 250 mile hampir mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Pelaku
yang seorang kontraktor asal Australia itu, tiba-tiba berulah beranjak
dari tempat duduk seat 30 A, menuju ke arah ruang cockpit.

“Dia menggedor-gedor, pintu pembatas kokpit,” terang Kapolda di Base Ops Lanud Ngurah Rai Jumat (25/4/2014).

Dari keterangan awak kabin dan pilot, karena ada aksi gedor-gedor yang tidak wajar sehingga pilot mengunci dari dalam.

“Polit
kemudian memberikan sinyal yang diterima ATC di BAndara Ngurah Rai,
karena ada sinyal itu kemudian ATC berikan informasi kepada pihak
keamanan bandara,” imbuhnya.

Sekira pukul 14.00 Wita, mengamankan lokasi, mensterilkan lokasi peswat landing diarahkan ke apron selatan.

Sesuai
standar operasional prosedur dan mekanisme, petugas meminta izin pilot
kemudian langsung masuk ke dalam pesawat melakukan penangkapan terhadap
Matt.

“Ketika petugas datang, Matt sudah diamankan pramugari di
bagian kursi belakang kemudian kita amankan dan memborgol dia,”
jelasnya.

Disinggung soal kabar jika aksi Matt lantaran dia
mabuk atau di bawah pengaruh alkohol, kapolda mengatakan telah melakukan
tes kesehatan, tes medis dan melakukan uji laboratorium yang dalam
waktu dekat bisa diketahui hasilnyua.

“Tetapi dari kebiasaan
menurut kabin kru, bahwa dia itu paranoid, tetapi lebih pastinya kita
harus uji laboratorium,” tutur mantan Kapolda Bengkulu itu.

Aksi
Matt, hanya menggedor-gedor pintu cockpit, dan tidak sampai melakukan
tindak kekerasan atau lainnya yang membahayakan penumpang.

Sampai
sejauh ini, belum bisa diketahui motif tindakan nekat MAtt karena saat
diperiksa Matt seperti orang linglung, sehingga petugas harus bersabar
dan hati-hati.

Kapolda tidak berani menyimpulkan apakah Matt
tengah mabuk di bawah pengaruh obat atau lainnya, karena harus menunggu
pemeriksaan lebih lanjut dari lewat uji labortarium.

Yang pasti,
dari keterangan pramugrari setelah menenangkan Matt, dia sempat
meronta-ronta namun akhirnya bisa dikendalikan. Hingga malam ini Matt
telah digiring ke Mapolda Bali untuk penyidikan lebih lanjut. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini