Kubu Ahok Harapkan Umat Tak Politisasi Masjid

27 Maret 2017, 19:46 WIB
djarot ahok
Ahok-Jarot (foto:poskotanews)

JAKARTA – Masjid merupakan tempat ibadah yang harus dijaga bersama karenanya kubu pasangan Cagub-Cawagub Ahok-Jarot di Pilkada DKI Jakarya meminta kepada semua umat muslim selalu menjaga Masjid sebagai sarana perekat umat dan steril dari urusan politik.

Juru Bicara Tim Ahok Jarok M Lukman Khakim mengatakan, pihaknya tengah melacak kebenaran informasi tentang adanya sebuah masjid di RW 002 di Kelurahan Cipinang Melayu yang masih memasang spanduk tidak akan menyolati pendukung penista agama dan informasi tentang masjid Al barakah Cakung Jakarta Timur yang membuat edaran yang mengajak tidak memilih penista agama.

“Mudah-mudahan informasi ini tidak benar,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com, Senin (27/3/17). Meski demikian, pihaknya menyampaikan bahwa persoalan amaliyah dan kewajiban umat Islam tidak dikaitkan dengan Pilkada.

Di dalam Islam menjadi keharusan mengurusi jenazah muslim. Dan ini berlaku untuk seluruh umat Islam tanpa ada pengecualian. Hukum mengurusi jenazah muslim ialah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban mengurusi jenazah Gugur bila sudah dilakukan oleh sebagian orang dan dihukumi berdosa seluruhnya bila tidak ada yang mengurusi sama sekali.

Perlu diketahui, selama jenazah masih berstatus muslim pada akhir hayatnya, seluruh umat Islam dituntut untuk mengurusi jenazah mereka tanpa memandang latar belakang kehidupannya. “Kepada semua pihak kami minta untuk menahan diri dan berfikir sehat untuk senantiasa membangun ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniah,” tuturnya.

Masjid adalah tempat ibadah yang harus kita jaga bersama. Kami meminta kepada semua umat muslim untuk selalu menjaga Masjid sebagai sarana perekat umat dan steril dari urusan politik. Kalau semua masjid mengeluarkan edaran politik lalu akan jadi apa nantinya masjid di Jakarta.

Mari kembalikan masjid menjadi tempat menanamkan kebaikan, mengajarkan anak-anak dengan kesantunan dan akhlak mulia.

“Jangan biarkan pikiran-pikiran permusuhan antar sesama dibenamkan pada anak-anak kita. Semua ustadz dan kiai diharapkan senantiasa menjadi juru damai atas konflik yang terjadi di Masyarakat,” harap dia.

Kepada semua pemangku kepentingan untuk selalu sigap menyikapi segala potensi yang mengancam keretakan hubungan dimasyarakat. Jangan ada pembiaran terhadap oknum yang sengaja melakukan provokasi dan intimidasi politik di masjid-masjid.

Mari wujudkan pilkada yang damai, sejuk dan bermartabat serta mengutamakan rasa persatuan diatas kepentingan apapun. “Seperti pesan Gus Dur, yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” imbuhnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini