Kunjungi Bali, DPR Soroti Turunnya Ekspor Ikan Tuna

20 Februari 2018, 08:34 WIB

tuna

DENPASAR – Anjloknya hasil tangkapan tuna di Indonesia yang menyebabkan turunnya ekspor yang berdampak pada pendapatan negara mendapat sorotan DPR RI saat melakukan kunjungan kerja di Bali.

Dari data, Ekspor tuna terus merosot bahkan tahun 2017 hanya 2.200 kilo ton padahal tahun 2014 mencapai 8 ribu kilo ton lebih. Bahkan Indonesia sempat Berjaya di tahun 2013 silam.

“Akibat merosotnya ekspor tersebut berdampak pada kehilangan pendapatan hingga Rp400 miliar per tahun,” ujar Anggota Komisi IV asal Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra di sela-sela kunjungan Komisi IV DPR RI ke Loka Riset Perikanan Tuna di Suwung Kangin, Sidakarya, Denpasar, Senin (19/2/2018).

Rombongan wakil rakyat datang untuk mencari data tuna yang dinilai belum sinkron antara ATLI (Asosiasi Tuna Longline Indonesia) dengan KKP serta BPS.

Menurut Adhi Putra, kondisi tangkapan tuna yang berdampak pada turunnya ekspor itu harus dicarikan solusi sebab dampaknya bukan hanya pada ekspor juga nelayan/pengusaha.

Kondisi bisa disebabkan sejumlah faktor di antaranya kebijakan menteri terkait serta adanya pelarangan transhipment yang menyebabkan pengusaha merubah alat tangkap cumi dan jaring selain faktor adanya pengaruh iklim.

Ketua Tim Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi menjelaskan kunjungan kerja yang dilakukan pada masa reses persidangan ketiga ke lokasi riset perikanan di Denpasar ini dalam rangka misi pengawasan.

“Kita ingin mengetahui realisasi anggaran yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya di sini karena ada beberapa hal yg perlu mendapatkan perhatian,” kata Viva Yoga. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini