Label Hemat Energi,YLKI: Belum Efektif Mengubah Perilaku Konsumen Menggunakan AC

Ketua Pengurus Harian YLKi Tulus Abadi, menyatakan AC menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon foot print).

3 Juli 2024, 05:42 WIB

Jakarta – Pelabelan hemat energi pada Air Conditioner (AC) dari survei hemat energi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI belum efektif dalam mengubah perilaku konsumen menggunakan AC.

Keberadaan AC sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan.

Kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menjelaskan, AC menjadi sarana penting untuk meningkatkan kenyamanan hidup.

Forum Cik Ditiro Jogja Desak PBNU Tolak Kelola Tambang, Nilai Ormas Tak Kompeten

Hanya saja di sisi lain,penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap lingkungan, karena AC menjadi produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik.

Karenanya, AC menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon foot print).

Kebijakan Kementerian ESDM untuk mewujudkan produk AC yang hemat energi, patut didukuang karena merupakan kebijakan yang baik dan strategis.

Kepala Kemenkumham Bali Pramella Y Pasaribu: Kinerja Instansi Tercermin pada Kualitas Pelaporan Keuangan Andal

Artikel Lainnya

Terkini