Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta akan memberlakukan larangan bagi bus pariwisata melintas di kawasan Sumbu Filosofi, termasuk area Titik Nol Kilometer, mulai besok.
Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan wisatawan dan arus mudik Lebaran.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan aturan tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang telah disusun bersama kepolisian.
“Untuk antisipasi kemacetan lalu lintas di Kota Jogja sudah kita diskusikan secara detail dengan Pak Kapolres dan jajarannya. Sehingga kita sudah membuat suatu skenario,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Menurut Hasto, kawasan Malioboro akan diatur dengan sistem satu pintu masuk melalui Jalan Mataram agar arus kendaraan lebih terkendali.
Ia menegaskan bus pariwisata tidak diperbolehkan masuk ke Sumbu Filosofi dan akan diarahkan ke kantong parkir yang telah disiapkan Pemkot.
Pemkot menyiapkan beberapa lokasi parkir, antara lain kawasan Menara Kopi dengan kapasitas sekitar 45 bus, kantong parkir Ngabean yang mampu menampung 30–40 bus, serta Terminal Giwangan.
Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat kota dengan berjalan kaki.
Selain itu, aturan penutupan kawasan pedestrian Malioboro tetap diberlakukan mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
“Jadwal buka-tutupnya tetap kami jalankan seperti biasa jam 5 sore sampai jam 10 malam,” kata Hasto.
Ia berharap kebijakan ini dapat mencegah kemacetan total meski kepadatan kendaraan diperkirakan tetap terjadi.
“Saya berharap tidak deadlock. Wisatawan mungkin akan merasakan padat merayap, tapi tidak macet total,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengimbau wisatawan agar tidak ragu melapor jika menemukan praktik merugikan seperti parkir nuthuk atau harga makanan yang tidak wajar.
Ia memastikan Pemkot bersama Forkopimda akan melakukan pengamanan langsung di sejumlah titik keramaian selama masa libur Lebaran. ***

