Sleman– Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman meningkatkan pengamanan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mengingat Sleman menjadi salah satu tujuan wisata saat musim mudik Lebaran.
Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto, menyampaikan pengamanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Sleman, membutuhkan perhatian khusus karena karakteristik daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan, budaya, sekaligus destinasi wisata.
“Mobilitas masyarakat meningkat saat mudik dan libur Lebaran, sehingga potensi kerawanan juga bertambah,” ujarnya dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati, Kamis (12/3/2026).
Sebagai antisipasi, Polresta Sleman telah melaksanakan operasi cipta kondusif sebelum Ramadhan, termasuk razia minuman keras.
Dari Januari hingga Februari, tercatat 35 kasus peredaran miras dengan barang bukti 622 botol berbagai kemasan.
Sebanyak 28 perkara sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Sleman, sementara 11 lainnya masih dalam proses penyidikan.
Selain razia, kepolisian juga meningkatkan patroli pada waktu-waktu rawan.
Patroli sore hari difokuskan di titik-titik dengan mobilitas tinggi seperti Jalan Lingkar, Jalan Kaliurang, Jalan Solo, dan Jalan Magelang untuk mengantisipasi kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, patroli dini hari dilakukan sejak pukul 01.00 hingga menjelang pagi dengan melibatkan sekitar 90 personel, guna mencegah kejahatan jalanan, balap liar, perang sarung, dan penggunaan petasan.
Masnoto menegaskan, hingga saat ini situasi keamanan di Sleman selama Ramadhan masih terkendali.
“Alhamdulillah, kejadian-kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat diminimalisir. Kondisi wilayah hukum Polresta Sleman tetap aman,” pungkasnya.***

