Jembrana – Kawasan Hutan Lindung Bali Barat, Cekik, berubah menjadi “lautan kendaraan’ pada Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu pagi.
Kondisi arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau lumpuh total.
Ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk terjebak kemacetan total selama lebih dari 10 Jam.
Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh libur panjang yang berdekatan antara Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dominasi kendaraan pribadi dan truk logistik membuat arus lalu lintas dari arah Denpasar semakin ramai, padat.
“Kemacetan sulit terurai karena volume kendaraan dari arah Denpasar terus mengalir tanpa henti hingga Sabtu pagi,” lapor kontributor di lapangan.
Kemacetan ini memberikan dampak terhadap jadwal transportasi bus antarkota. Berdasarkan pantauan, keterlambatan mencapai lebih dari 200% dari waktu normal.
Sebagai contoh, bus MTrans tujuan Yogyakarta yang berangkat Jumat pukul 15.00 WITA, baru berhasil memasuki area pelabuhan pada Sabtu pukul 05.00 WITA.
Kondisi ini memaksa awak bus dan penumpang menghabiskan waktu sahur di tengah kemacetan hutan.
Hingga Sabtu (14/3) pagi pukul 06.00 WITA, antrean kendaraan masih mengular sepanjang 4 kilometer.
Guna memecah kebuntuan, petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus dan menggunakan jalur berlawanan (contraflow).
Meski demikian, saking padatnya volume kendaraan, jalur yang seharusnya menuju Denpasar justru dipenuhi oleh pemudik yang mengarah ke pelabuhan.
Petugas kepolisian dan pihak terkait telah melakukan beberapa langkah darurat, di antaranya:
Rekayasa Contraflow: Menggunakan jalur arah berlawanan (Gilimanuk-Denpasar) untuk menarik arus kendaraan menuju pelabuhan.
Prioritas Roda Dua: Pemudik motor diarahkan melalui sela-sela kendaraan untuk mencegah penumpukan lebih parah di bahu jalan.
Kantong Parkir: Optimalisasi area sebelum pelabuhan untuk menampung truk besar agar tidak menyumbat jalur utama.
Puncak arus mudik diprediksi masih akan berlangsung hingga 16 Maret 2026. Para pemudik yang akan melintasi jalur Jembrana diimbau untuk:
Menyiapkan perbekalan makanan dan air yang cukup (khususnya bagi yang menjalankan ibadah puasa).
Memastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima termasuk BBM cukup, demi menghindari mogok di tengah hutan.
Mempertimbangkan keberangkatan pada waktu subuh atau pagi hari untuk menghindari penumpukan massa di malam hari. **

