Mahasiswa KKN-PPM UGM Ciptakan Insinerator Minim Asap, Solusi Sanitasi Cerdas di Desa Panohan Rembang

Tim KKN-PPM UGM memperkenalkan teknologi insinerator pembakar sampah minim asap sebagai solusi tepat guna bagi warga Desa Panohan Rembang

8 Februari 2026, 20:54 WIB

Rembang – Masalah sampah yang selama ini membayangi kesehatan lingkungan dan risiko banjir di pedesaan mendapat jawaban inovatif dari dunia akademik.

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) “Gumilang Gunem” resmi memperkenalkan teknologi insinerator pembakar sampah minim asap sebagai solusi tepat guna bagi warga Desa Panohan, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap penanganan sampah yang belum optimal, yang kerap memicu pencemaran udara hingga penyumbatan drainase. Melalui pendekatan teknologi sederhana namun aplikatif, mahasiswa UGM berupaya mengubah wajah pengelolaan sampah di tingkat desa menjadi lebih berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sailal Arimi, M.Hum, menekankan bahwa program ini adalah langkah nyata dalam memutus mata rantai masalah lingkungan yang krusial.

Sampah merupakan penyebab utama banjir dan polusi udara. Melalui insinerator ini, masyarakat kini memiliki sarana untuk memusnahkan sampah, terutama organik, dengan tingkat emisi yang sangat minim,” ujar Dr. Sailal.

Perangkat ini dirancang oleh tiga mahasiswa kreatif: Hafiz, Faruq, dan Kemal. Menurut Kemal, keunggulan utama alat ini terletak pada sistem pembakaran yang jauh lebih sempurna dibandingkan pembakaran konvensional di ruang terbuka.

Efisien: Mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu singkat.

Ramah Lingkungan: Menekan emisi asap sehingga tidak mengganggu kualitas udara sekitar.

Aplikatif: Dirancang agar mudah dipelajari dan direplikasi oleh warga secara mandiri.

Kepala Desa Panohan, Amir, menyambut hangat kehadiran tim KKN UGM. Ia menilai alat ini sangat relevan dengan kebutuhan warga yang mendambakan lingkungan bersih tanpa harus terpapar asap pembakaran yang menyesakkan.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi ini. Alatnya praktis dan tidak mengganggu pernapasan warga. Ini adalah alternatif pengelolaan sampah yang jauh lebih aman bagi kesehatan masyarakat kami,” ungkap Amir.
Langkah Menuju Desa Tangguh Lingkungan

Program ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Dengan kehadiran insinerator ini, mahasiswa KKN UGM berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap sanitasi akan meningkat, sekaligus menciptakan model desa mandiri sampah yang dapat dicontoh oleh wilayah lain di Kabupaten Rembang. ***

Berita Lainnya

Terkini