Mangrove Benoa Terdampak, Pertamina Lakukan Investigasi dan Pemulihan Ekosistem

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus tidak menemukan adanya lapisan minyak atau bau menyengat BBM di lokasi matinya pohon mangrove di Benoa.

21 Februari 2026, 16:31 WIB

Denpasar –  Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan bisnis sesuai kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan berkala dan upaya pelestarian lingkungan.

Pada Jumat (20/2), beredar informasi mengenai pohon mangrove yang mati mendadak di kawasan Benoa, tepatnya di barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Denpasar Selatan.

Dugaan awal menyebutkan kematian pohon tersebut terkait kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran bersama tim Polairud segera melakukan pengecekan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad, menyampaikan hasil pemeriksaan visual tidak menemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM di lokasi.

Selain itu, tim Terminal BBM Sanggaran juga menghadiri rapat koordinasi yang digelar Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali.

Pertamina berkomitmen menelusuri kronologi operasional beberapa bulan terakhir, khususnya terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar Benoa.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina akan mempercepat pemulihan kawasan mangrove dengan melibatkan perusahaan lain yang beroperasi di Benoa sesuai arahan DKLH.

Ahad menambahkan, investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian pohon mangrove serta kondisi ekosistem terdampak.

Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga setempat atas dukungan dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan mangrove Benoa.***

Berita Lainnya

Terkini