Mantan Kepala LIPI Prof Soefjan Tsauri Berpulang

11 Januari 2016, 14:16 WIB
1452493011
(foto:humas LIPI)

Kabarnusa.com
Prof. Dr. Soefjan Tsauri, yang pernah menjabat Kepala Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) periode 1995 – 2000 meninggal dunia di
Balipapan, Kalimantan Timur, tepat pukul 16.10 WITA pada Minggu
(10/1/2016).

Kabar duka menyelimuti sivitas LIPI dan juga dunia
ilmu pengetahuan. Lewat pesan bersambung dari keluarga dan kolega
melalui aplikasi pesan singkat terkabar,

“Innalillahi wa
innaillaihi rojiun telah berpulang bpk Soefjan Tsauri sore ini di
Balikpapan. Berita dari anggota alumni KRA 25 Lemhanas, mohon
disampaikan ke pimpinan LIPI.”

Pesan tersebut pun segera menyebar
ke berbagai grup pesan aplikasi singkat di kalangan sivitas LIPI.
Setelah dikonfirmasi kebenarannya, rasa duka mendalam pun akhirnya
melingkupi segenap sivitas LIPI.

Semasa hayat, Prof Sofyan dikenal salah satu tokoh ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini mumpuni dalam kiprahnya.

“Kami
berduka. Dedikasi beliau telah mencetak ilmuwan hebat. LIPI
menyampaikan terima kasih atas jasa beliau terhadap lembaga dan riset
Indonesia,” pesan Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain seraya
menitikkan air mata tatkala melepas jenazah usai disholatkan dan
disemayamkan di Mesjid Baitul Hikmah LIPI Jakarta, Senin (11/1/2016)
pagi.

Iskandar melanjutkan, almarhum sangat berjasa dalam mengembangkan riset dan ilmuwan di Indonesia, khususnya bidang kimia.

“Berbagai
prestasi telah diraih beliau yang juga mengharumkan nama bangsa
Indonesia. Dengan kepergian beliau ini, semoga jasa-jasa dan amal
ibadahnya diterima di sisi-Nya. Selamat Jalan Prof. Soefjan….”

Selepas
disemayamkan di LIPI, jenazah almarhum kemudian diterbangkan menuju
Surabaya. Dan akhirnya, jenazah dikebumikan di kota kelahirannya di
Gresik, Jawa Timur.

Dikutip dalam laman LIPI, perjalanan
kehidupan almarhum Prof. Dr. Soefjan Tsauri. Peneliti Utama LIPI ini
lahir di Gresik, Jawa Timur pada 29 Desember 1942 silam. Terlahir
sebagai anak keempat dari sebelas bersaudara, ia menghabiskan masa
kecilnya di Gresik dan Surabaya.

Pada tahun 1972, Soefjan
mengawali kehidupan rumah tangganya dengan menikahi Sri Lembayung yang
juga pegawai LIPI. Pernikahannya tersebut dikaruniai tiga orang anak,
yaitu Meutia Miranti, Gita Fadila, dan Dian Amalia.

Kecintaan
Soefjan pada ilmu kimia mendorongnya untuk mendaftar kuliah di Fakultas
Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menamatkan S-1
tersebut pada tahun 1968 dengan judul penelitian “Elektrolisa Perkayaan
Air Untuk Produksi Air Berat (D20)”.

Setelah itu, pria
berkacamata ini melanjutkan jenjang S-2 pada tahun 1970 – 1971 di
Macquarie University, Sydney, Australia. Ia pun memperoleh gelar Master
of Science (Honours) lewat karya ilmiah berjudul “Sifat-Sifat
Termodinamika dari Garam Hidrat Cair, Ca (NO3)2.4H20”.

Sedangkan,
gelar doktor bapak tiga putera ini diperoleh pada tahun 1985 dari ITB.
Ia menuntaskan S-3 dengan disertasi yang berjudul “Polarografi Denyut
Derivatif Penentuan Emas dalam Campuran dengan Perak dan Timbal Tanpa
Proses Pemisahan”.

Sementara itu, Soefjan sendiri berkarir di
LIPI sejak tahun 1970. Setalah malang melintang di dunia penelitian,
akhirnya ia memperoleh gelar Ahli Peneliti Utama (APU) pada tahun 1993
dan dilanjutkan dengan pengukuhan sebagai Profesor Riset pada tahun
2006.

Tidak hanya itu saja, berkat dedikasi dan loyalitasnya,
Soefjan menerima pula gelar Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik
Indonesia yang merupakan bintang jasa yang tertinggi dan terbaik.

Di
sisi lain, perjalanan karir di dunia riset, Soefjan banyak menghabiskan
karir dalam berbagai posisi, di antaranya Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Kimia Terapan LIPI.

Lalu, Ketua Indonesia Toray
Science Foundation (ITSF) kerjasama Pemerintah Indonesia dan Jepang
dalam memajukan pendidikan di Indonesia (1995 – 2016). Kemudian,
menduduki posisi sebagai Kepala LIPI periode 1995 – 2000. Dan,
setelahnya sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan
di Departemen Pertahanan (2001-2005).

Soefjan merupakan sosok
panutan bagi keseimbangan antara karir untuk memajukan riset dan
kehidupan keluarga yang beragam. Dia merupakan salah satu tokoh yang
berjasa dalam memakmurkan Masjid Baitul Hikmah LIPI dengan
menyelenggarakan berbagai kegiatan taklim, ceramah dan Haul Akbar. (ari)

Artikel Lainnya

Terkini