Manusia “Bakao” di Jembrana Diketahui Sepasang

18 Desember 2015, 20:40 WIB

Gadis%2Byg%2Btinggal%2Bdi%2Bhutan%2BBakao%2Bsaat%2Bdidekati%2BKepala%2BDesa%2BYehembang

JEMBRANA – Setelah pihak desa berhasil mengamankan Ketut Suerden, ‘si manusia bakao’ yang meresahkan warga karena ulahnya sering memangsa bebek milik peternak secara hidup-hidup, kini pihak desa kembali menemukan satu orang manusia bakao lainnya.

“Kemarin sore kita temukan lagi orang gangguan jiwa yang juga tinggal dan menetap di dalam bakao,” terang Kepala Desa Yehembang, I Made Semadi, Jumat (18/12/2015).

Orang dimaksud menurut Semadi adalah seorang perempuan yang bernama Ni Putu Ptn (30), warga Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

“Informasinya, gadis itu sudah lama tinggal di semak-semak atau di tengah tanaman bakao yang ada di pesisir pantai,” ujarnya.

Menurut Semadi untuk makan sehari-harinya, gadis yang diketahui mengalami gangguan mental sejak kecil itu mencari makanan di sampah-sampah yang ada di sekitar pantai.

“Saya kasihan dengan gadis ini. Sebenarnya dia masih punya orang tua, tapi kenapa dibiarkan begitu saja tidur disekitar tanaman bakao,” kata Semadi. Sayangnya menurut Semadi saat hendak diamankan, gadis tersebut menolak dan melarikan diri ke dalam semak-semak.

“Dia sekarang masih tidur di dalam bakao. Tapi saya sudah kordinasi dengan keluarga dan akan kami ajak ke Rumah Sakit Jiwa. Tapi kami masih menunggu bapaknya karena tidak ada di rumah,” pungkas Semadi. (dar)

Artikel Lainnya

Terkini