Karangasem – Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, dan Wakil Gubernur terpilih, Nyoman Giri Prasta, memimpin upacara sakral Mejaya-Jaya di Pura Agung Besakih, Karangasem, pada Rabu (12/2).
Upacara ini menandai langkah awal kepemimpinan mereka, bersama seluruh bupati dan wali kota terpilih di Bali.
Di tengah guyuran hujan ringan, Koster-Giri dan para kepala daerah terpilih lainnya, didampingi pasangan masing-masing, khusyuk memanjatkan doa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur.
Mereka memohon restu agar diberikan keselamatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas membangun Bali.
Koster menegaskan pentingnya persatuan dan komitmen seluruh kepala daerah dalam mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Visi ini mencakup enam sektor prioritas, yaitu penanganan sampah, kemacetan, ketersediaan air bersih, pengelolaan pariwisata, transportasi, dan pembangunan infrastruktur yang merata.
“Kami sudah bekerja jauh hari sebelum pelantikan. Begitu dilantik, kami langsung bergerak,” ujar Koster, yang akan dikukuhkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. “Semua program sudah dirancang, tinggal dijalankan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.”
Upacara Mejaya-Jaya ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah ikrar suci bahwa kepemimpinan Koster-Giri serta para kepala daerah terpilih berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Bali.
Dengan restu dari Pura Besakih, mereka siap mengemban amanah rakyat, mengedepankan kesejahteraan, serta menjaga harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali.
“Ini bukan hanya tentang memimpin, tetapi tentang mengabdi, dengan restu leluhur, kami akan menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati,” tandasnya.
Era baru kepemimpinan Bali pun dimulai, membawa harapan dan komitmen kuat untuk membangun Bali yang lebih maju, sejahtera, dan tetap berakar pada kearifan lokal. ***