Jakarta -Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Program seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja disebut sebagai prioritas utama untuk memastikan pekerja memperoleh layanan secara optimal.
Dalam acara Halal Bihalal Kemnaker 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Senin (30/3/2026), Yassierli menegaskan, layanan publik harus cepat, mudah, dan responsif karena menyangkut langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menolak adanya layanan maupun aplikasi yang bermasalah, termasuk gangguan sistem dan kontak informasi yang sulit dijangkau.
Menurutnya, kendala teknis dalam layanan publik dapat berdampak besar terhadap akses masyarakat terhadap perlindungan dan program ketenagakerjaan, terlebih di tengah tekanan ekonomi.
Karena itu, ia meminta seluruh unit kerja Kemnaker memperkuat koordinasi dan memperbaiki mekanisme internal agar pelayanan tidak berjalan terpisah.
“Satu layanan publik kerap bergantung pada dukungan banyak unit, sehingga pembenahan harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Selain koordinasi, Yassierli juga mendorong pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi.
Pembenahan internal harus sejalan dengan tantangan global, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara.
Menaker menegaskan, kualitas layanan publik tidak boleh menurun, melainkan harus semakin memastikan pekerja dan pencari kerja dapat mengakses layanan dengan cepat, pasti, dan tanpa hambatan. ***

