Menteri Marwan Terapkan Peternakan Modern Berbasis Desa

21 Oktober 2015, 02:00 WIB

menter%2Bdesa%2Bdi%2BUGM

Kabarnusa.com – Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat haruslah dimulai dari desa dan didasarkan pada pengembangan potensi sumberdaya lokal yang utamanya adalah peternakan terintegrasi dan pertanian terpadu.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan hal itu dalam acara The 6th International Seminar On Tropical Animal Production (ISTAP) yang mengambil tema ‘Peran Peternakan Dalam Peningkatan Kemakmuran di Daerah Perdesaan’ di Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (20/10/2015).

Guna meningkatkan kualitas pembangunan di desa-desa, Marwan menilai pentingnya dukungan penguasaan, pengembangan. JUga pemanfaatan ilmu pengetahuan serta inovasi teknologi tepat guna oleh masyarakat perdesaan.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mempunyai program peternakan modern berbasis desa, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan ketangguhan dalam ketahanan pangan.

Disamping itu, menjadi pilar perekonomian masyarakat perdesaan.

Dia sudah keliling di beberapa daerah, memang model pertanian dan peternakan kita masih tradisional. Secara keseluruhan masih tradisional.

“Bukan berarti tradisional jelek, akan tetapi memang harus disempurnakan dengan teknologi modern,” tandasnya.

Marwan mengapresiasi seminar internasional yang diselenggarakan fakultas peternakan UGM.
Baginya, hasil dari seminar yang diadakan bisa memunculkan rekomendasi yang bersifat produktif.

 Rekomendasi tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi rujukan nasional akan tetapi juga menjadi rujukan internasional.

“Kementerian desa nanti juga akan bekerjasama dengan beberapa negara yang telah mengikuti forum ini, sebagaimana yang sudah dikerjasamakan dengan UGM selama ini,” tandasnya.

Sebagai informasi, The 6th International Seminar On Tropical Animal Production (ISTAP) diikuti oleh beberapa negara yang konsen terhadap konsep peternakan yang sehat dan halal. Seminar internasional sudah dua kali diselenggarakan oleh fakultas peternakan UGM. (ari)

Artikel Lainnya

Terkini