Buleleng – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat pondasi pembangunan daerah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah peningkatan layanan dasar masyarakat dan penguatan nilai kebhinekaan.
Dalam upacara peringatan yang digelar di Taman Kota Singaraja, Senin (30/3), Bupati Sutjidra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmonisasi dan semangat gotong royong yang menjadi identitas kota.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean panjang di RSUD Kabupaten Buleleng, Pemkab Buleleng mengumumkan langkah strategis untuk melakukan perbaikan fasilitas kesehatan tahun ini.
Layanan Medis: Revitalisasi bertahap akan dimulai dengan memprioritaskan ruang kegawatdaruratan dan tindakan medis guna meminimalisir antrean operasi.
Infrastruktur Strategis: Penataan kawasan difokuskan pada Titik Nol Singaraja, destinasi wisata Lovina, serta optimalisasi Pelabuhan Tua Buleleng.
Konektivitas: Perbaikan jalan terus dikebut untuk mempermudah akses masyarakat menuju pusat pendidikan, lahan pertanian, dan objek pariwisata.
Pemerintah daerah juga serius meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui skema Indikasi Geografis (IG). Upaya ini bertujuan agar produk asli Buleleng memiliki daya saing tinggi dan pengakuan hukum.
Produk Unggulan Status Indikasi Geografis
Kopi Robusta Lemukih Telah Menerima Sertifikat Resmi
Gula Aren Pedawa Dalam Proses Pengusulan
Kopi Gunung Kutul (Puncaksari) Dalam Proses Pengusulan
Inovasi Layanan dan Penghargaan
Di sela perayaan, Bupati Sutjidra meluncurkan program JOSS PATEN, sebuah inisiatif diskon pajak untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak daerah.
Momentum HUT ini juga diwarnai dengan pencapaian prestasi birokrasi, di mana UPTD Puskesmas Sawan I berhasil meraih penghargaan Unit Kerja Pelayanan berpredikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB RI.
“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jalan, tetapi juga sinergi antara pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata yang saling terkait demi kesejahteraan warga Buleleng,” pungkas Sutjidra. ***

