Nuanu Creative City: Titik Baru Pariwisata Berkelanjutan di Bali

Setelah lima tahun perencanaan dan pembangunan, Nuanu Creative City resmi dibuka di pesisir barat daya Tabanan, Bali.

31 Agustus 2025, 14:36 WIB

Tabanan – Setelah lima tahun perencanaan dan pembangunan, Nuanu Creative City resmi dibuka di pesisir barat daya Tabanan, Bali.

Berdiri di atas lahan seluas 44 hektare, proyek ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ekosistem terpadu yang menggabungkan tempat tinggal, ruang kreatif, dan pusat rekreasi.

Pembukaan ini menandai era baru pariwisata yang berfokus pada kolaborasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan komunitas.

Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, menyatakan, “Perjalanan kami berawal dari cinta kami terhadap Bali. Hari ini, kami membuka pintu Nuanu untuk pertama kalinya, mengundang setiap orang untuk merasakan langsung keunikan yang kami tawarkan—mulai dari alam, seni, hingga budaya.”

Menurutnya, Nuanu dirancang sebagai “halaman belakang paling inspiratif” bagi para kreator dan masyarakat luas.

Di tempat ini, ruang budaya, pusat kuliner, dan lanskap alami menyatu, menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup, pekerjaan, dan kreativitas yang harmonis.

Nuanu memposisikan keberlanjutan sosial dan lingkungan sebagai inti dari model bisnisnya.

Proyek ini membuktikan investasi, budaya, dan komunitas dapat berkembang bersama secara harmonis. Beberapa proyek andalan sedang disiapkan untuk masa depan:

Acadia: Akan dibuka pada 2026, pusat kuliner bergaya Maroko ini ditargetkan menjadi salah satu dari lima destinasi kuliner terbaik di Asia Tenggara.

Desa Jiwa: Desa khusus mode yang akan menampilkan kreativitas lokal dan internasional dengan sentuhan arsitektur khas Bali.

Eugene Museum: Museum yang dipimpin oleh seniman ternama Eugene Kangawa, dijadwalkan menyambut pengunjung pada tahun 2026.

Dampak Nyata pada Komunitas dan Lingkungan

Komitmen Nuanu terhadap keberlanjutan tidak hanya sebatas konsep, tetapi sudah diwujudkan melalui berbagai inisiatif nyata:

Dampak Sosial: Melalui Nuanu Social Fund (NSF), lebih dari Rp4,1 miliar telah disalurkan sejak 2023 untuk memberdayakan komunitas.

Program ini telah menjangkau lebih dari 4.974 peserta, memberikan manfaat langsung kepada 2.245 penerima, dan dukungan personal kepada 893 individu.

Selain itu, Nuanu Junior Angels Foundation menjalankan program Kids Academy yang menyediakan pembelajaran non-formal gratis bagi lebih dari 300 anak-anak di desa sekitar, mencakup seni, bahasa Inggris, matematika, dan keterampilan kewirausahaan.

Dampak Lingkungan: Upaya restorasi ekologi telah menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, komunitas Nuanu telah berhasil mencapai tingkat daur ulang 95%, melepas lebih dari 12.000 kupu-kupu, serta menanam 114.700 pohon dan tanaman.

Proyek ini juga menghasilkan 87,5 ton kompos yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah, serta melakukan konservasi 3.300 anggrek sebagai bagian dari misi membangun ekosistem yang lebih hijau dan tangguh.

Dengan pendekatan holistik ini, Nuanu Creative City tidak hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga model inspiratif bagi pariwisata ekonomi kreatif di Indonesia, yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi seiring dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.***

Berita Lainnya

Terkini