OJK: Kinerja Perbankan di Bali Positif dan Dorong Perekonomian Daerah

15 Desember 2015, 06:26 WIB

Kabarnusa.com – Dalam amatan Kantor Otoritas  Jasa  Keuangan  (KOJK) Provinsi  Bali  kinerja perbankan baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tumbuh positif dan mampu mendorong perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Bali Zulmi saat membuka Evaluasi Kinerja  BPR  se-Provinsi  Bali  Tahun  2015 bertempat  di Agung Ballroom, Inna  Bali  Beach Hotel, Senin (14/12/2015). 

Dalam pertemuan yang dihadiri  sekira 300 undangan dari Komisaris dan dan Direktur untuk  masing-masing  BPR  yang  ada  di Provinsi Bali, bertujuan memberikan refreshment kepada para Komisaris dan Direktur BPR.

Selain itu, memberikan evaluasi kinerja BPR selama tahun 2015 agar pencapaian kinerja BPR
tersebut  dapat  terus  meningkat  di  tahun-tahun  berikutnya. 

“Melalui  evaluasi  kinerja, diharapkan  sektor  jasa  keuangan  khususnya  BPR  dapat  berperan  semakin  signifikan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” kata Zulmi.

Dengan begitu, BPR akan bisa berperan optimal  dalam  pembiayaan  pembangunan,  sehingga  upaya  meningkatkan  kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Zulmi melanjutkan, perbankan  di  wilayah  Bali  secara  umum  berada  dalam  kondisi  yang  baik  dan menunjukkan  kinerja  yang  positif.

Hal itu ditandai permodalan  bank  tergolong  cukup  tinggi  yaitu CAR BPR posisi 31 Oktober 2015 sebesar 16,38%.

Demikian juga, Risiko kredit secara umum berada pada level yang relatif rendah, tercermin dari NPL yang rendah dan cukup stabil yaitu sebesar 3,28%. 

Fungsi  perbankan  dalam  perekonomian  sebagai  mediator  arus  dana  telah  dilaksanakan  dengan  baik  oleh  perbankan  di  wilayah  Bali,  tercermin  dari  rasio  LDR sebesar 79,08%.

Sedangkan, perkembangan  total  aset  BPR  di  Bali  dengan  jumlah  kantor  sebanyak  138  KP  dan
43 KC, selama 10 bulan terakhir meningkat sebesar 15,37% (dari Rp9,53 triliun menjadi Rp10,99 triliun), 

Asset itu, itu ddiantaranya  bersumber  dari  peningkatan  dana  pihak  ketiga  sebesar
11,32%  (dari  Rp5,91 triliun  menjadi  Rp6,66 triliun). 

Dia melanjutkan, sumber  dana  yang  diperoleh  bank  secara efektif  disalurkan  dalam  bentuk  kredit  dengan  peningkatan  sebesar 12,50%  (dari Rp7,12 triliun  menjadi  Rp8,01 triliun). 

Penyaluran  kredit  BPR  di  Bali  didominasi  oleh kredit  produktif  sebesar 63,25%  (Rp5,07 triliun),  yang  terdiri  dari  Kredit  Modal  Kerja  50,82% (Rp4,07 triliun) dan kredit investasi 12,43% (Rp0,99 triliun).

Dari total penyaluran kredit  BPR  tersebut,  sebesar 57,32%  (Rp4,59 triliun)  tergolong  sebagai  kredit  produktif
UMKM. 

Dikatakan, BPR  di  Bali  tergolong  cukup  efektif  dalam  menggunakan  aset  yang  dimiliki untuk memperoleh  pendapatan,  tercermin  dari Return  on  Assets  (ROA)  sebesar  3,51%,  serta masih tergolong efisien dengan rasio BOPO sebesar 74,88%. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini