Denpasar – Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (13/3) berubah menjadi pusat semarak ekonomi rakyat.
Tim Penggerak PKK Provinsi Bali menghadirkan Pasar Rakyat bertajuk “Berbelanja dan Berbagi”, sebuah ruang yang membuka kesempatan emas bagi 138 pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Bali untuk memamerkan produk mereka tanpa biaya sewa stan.
Keramaian pasar rakyat ini bukan sekadar transaksi jual beli. Dari kerajinan tangan, tenun, kuliner khas, hingga sayur, buah, dan bunga segar, masyarakat disuguhkan wajah asli ekonomi lokal Bali.
Tak hanya itu, pelayanan publik seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD), keamanan pangan, dan layanan kesehatan turut melengkapi pengalaman pengunjung.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan komitmen untuk menjadikan kegiatan ini agenda rutin bulanan yang berkeliling ke seluruh kabupaten/kota.
“Pasar rakyat ini bukan hanya wadah UMKM, tetapi juga jembatan sinergi antara TP PKK provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya penuh semangat.
Seluruh UMKM yang tampil telah melalui kurasi ketat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM. Dengan stan gratis, mereka diberi ruang untuk tumbuh, sekaligus memperkuat denyut ekonomi lokal.
Lebih dari itu, kegiatan ini menekankan prinsip ramah lingkungan: tanpa plastik sekali pakai, tanpa styrofoam, dan masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri.
Pasar Rakyat kali ini juga diwarnai kepedulian sosial. Sebanyak 200 warga kurang mampu dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar menerima bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, dan paket kebutuhan pokok.
Kehangatan berbagi ini menambah makna dari sekadar pasar menjadi gerakan solidaritas.
Sejak pagi, tenda-tenda UMKM dipadati pengunjung. Antusiasme begitu tinggi hingga beberapa pedagang harus berkali-kali mengisi ulang dagangan mereka.
Pasar Rakyat PKK Bali pun terbukti bukan hanya ajang pameran, melainkan denyut nyata ekonomi rakyat yang hidup, berkelanjutan, dan penuh kebersamaan.***

