Pelaku Perampokan di SPBU Benoa Seorang Teknisi

20 November 2020, 22:08 WIB

ilustrasi/ (Foto:76crimes.com)

Denpasar – Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap I Made Novi
Widyantara (30) diduga pelaku perampokan terhadap seorang perempuan di SPBU
Benoa, Denpasar.

Aksi pelaku yang tinggal di Desa Bualu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung dengan
motif menggunakan senjata api mainan dan cutter untuk memudahkan tindak
pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pada Rabu, (11/11/2020).

Dalam aksi yang terjadi pukul 13.40 Wita itu kemudian menjadi viral di media
sosial lantaran pelaku mengelabuhi dengan memakai identitas jaket ojek online
(Ojol), yang belakangan diketahui pelaku seorang teknisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Dodi Rahmawan mengungkapkan, dari
keterangan yang disampaikan korban Ratna Dewi, pihaknya mendalami dengan hasil
penyelidikan dari bukti dan informasi dikumpulkan di lapangan akhirnya, bisa
mendeteksi keberadaan pelaku.

Petugas membutuhkan waktu sekira 10 hari untuk menangkap pelaku yang tinggal
kos sebuah perumahan di Jalan Pratama, Desa Bualu, Kuta Selatan, Jumat
(20/11/2020).

Diketahui, aksi perampokan dilakukan Widyantara di SPBU Benoa, terekam kamera
CCTV SPBU yang kemudian viral di media sosial.

Dodi menambahkan, pelaku berhenti di areal SPBU mendekati korban yang di Jalan
Tukad Petanu, Denpasar. Kemudian, pelaku menodongkan pistol ke arah korban
maupun tiga karyawan SPBU lainnya.

Lantaran takut ditembak, para karyawan lari. Pelaku langsung merampas tas
korban. Adapun kerugian barang milik korban tas hitam, handphone apro seharga
3 juta. Handphone korban diganti kartu chip dan dipergunakan pelaku dan belum
sempat dijual.

“Sampai saat ini korban masih trauma karena aski pelaku betul-betul
membahayakan, apakah senjata itu bisa meletus apa tidak, hasil investigasi
investigasi senjata tersebut adalah senjata mainan bukan senjata api,” tegas
perwira asal Rembang Jawa Tengah ini.

Namun, demikian, kasus ini menjadi antensi karena ini menjadi perhatian
publik. “Hasil investigasi petugas, pelaku bukan bekerja sebagai ojol
melainkan teknisi,” tandasnya.

Dia mendapatkan jaket ojek online dia dari temannya. Untuk mempermudah aksinya
dan melakukan aksinya. Sebelumnya pernah bekerja sebagai teknisi FSM

Salah satu alasan pelaku melakukan tindak kejahatan, karena faktor
ekonomi terlebih saat pandemi, tingkat pengagguran tinggi sehingga menjadi
niat jahat melakukan aksi kriminalitas.

Adapun modus pelaku, dengan menodongkan senjata pistol ke arah korban setelah
korban lari pelaku mengambil barang milik korban.

Belakangan diketahui, senjata yang dipergunakan pelaku adalah senjata pistol
mainan. Dari perbuatannya pelaku memperoleh tas coklat dan 1 handphone Redmi
Note 8 Pro.

Polisi mengamankan barang bukti sebuh senjata pistol mainan warna hitam, satu
buah jaket warna hijau hitam sebuah layanan ojol, helm warna hitam, satu unit
spm Honda Scoopy warna abu No.Pol DK 2421 FBK serta 1 (satu) buah HP Redmi
Note 8 Pro. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini