Pemeringkatan Provinsi Permudah Monitoring Penanganan Covid-19

21 Oktober 2020, 09:55 WIB

Jakarta – Perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara mingguan
di berbagai daerah cenderung mengalami peningkatan yang lebih baik.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku
Adisasmito menyampaikan melalui keterangan pers yang disiarkan kanal BNPB
Indonesia, Selasa (20/10/2020).

Data Kementerian Kesehatan terkini menyebut kasus aktif ada 62.455 kasus atau
16,9% dibandingkan rata-rata dunia 22,57%.

Jumlah kasus sembuh kumulatif 293.653 atau 79,6% dibandingkan rata-rata dunia
74,57%. Pada kasus meninggal 12.734 kasus atau 3,5% dibandingkan rata-rata
dunia 2,85%. Penambahan kasus terkonfirmasi positif 3.602 kasus.

“Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan di seluruh provinsi,
apakah cukup stabil baik, stabil kurang baik, terus meningkat atau terus
mengalami penurunan,” ujar Wiku.

Dalam memberikan rangking, pada grafiknya dibedakan berdasarkan warna, hijau
muda adalah provinsi dengan peringkat stabil baik, merah muda stabil kurang
baik, hijau tua provinsi dengan perkembangan signifikan ke arah yang lebih
baik, merah tua signifikan ke arah kurang baik.

Wiku menjelaskan untuk kasus positif dan meninggal, semakin tinggi peringkat
artinya perkembangannya kurang baik. Untuk kasus sembuh, semakin tinggi
peringkat maka perkembangannya semakin baik.

Dalam memaparkan peringkat itu, Wiku membagi berdasarkan wilayah per
kepulauan.

Dimulai dari Pulau Sumatera yang terdiri dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan
Riau, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan Kepulauan Bangka
Belitung, Jambi dan Lampung.

Pada kasus positif mingguan dilihat berdasarkan pekannya di tanggal 4 Oktober
2020, 11 Oktober 2020 dan 18 Oktober 2020. Sumatera Utara dan Sumatera Selatan
kasus positif perkembangannya cukup baik.

Di Sumatera Utara, peringkat kasus positifnya dari peringkat 18 menurun
menjadi 21. Sumatera Selatan dari peringkat 20 turun menjadi 25. “Namun
terdapat provinsi dengan perkembangan signifikan ke arah yang kurang baik,
yaitu Sumatera Barat dan Riau,” sambungnya.

Pada kasus meninggal di Sumatera, perkembangannya bervariasi, Kepulauan Riau
mengalami perkembangan cukup stabil kurang baik peringkatnya dari 15 menjadi
9, Sumatera Selatan perkembangan signifikan kurang baik, dari peringkat 24
turun menjadi peringkat 4.

“Apresiasi kami berikan pada provinsi Sumatera Utara (20 ke 30) Sumatera Barat
(3 ke 31) dan Jambi (9 ke 29) yang berhasil terus menjaga wilayahnya pada
peringkat stabil baik,” jelasnya.

Selanjutnya di pulau Jawa dan sekitarnya terdiri dari provinsi Banten, DKI
Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa
Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) cenderung mengalami
perkembangan signifikan ke arah yang baik untuk kasus positif mingguan.

Jawa Barat berhasil menekan kasus positif dari 34 sempat naik menjadi 2 dan
kembali menekan kasus hingga peringkat 33. Sedangkan Bali dari peringkat 9
menjadi 30.

“DKI Jakarta stabil baik. Artinya dapat menekan angka kasusnya sehingga berada
di peringkat bawah yakni dari peringkat 23 menjadi peringkat 34,” tuturnya.

Untuk kasus sembuh di Pulau Jawa dan sekitarnya cenderung stabil dan
meningkat. Ada 4 provinsi signifikan ke arah yang lebih baik yaitu Banten,
Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Sedangkan kasus meninggal di pulau Jawa cenderung mengalami perbaikan. NTB dan
Bali cukup stabil dan baik, Jawa Timur dan Jawa Barat yang sebelumnya berada
di 10 besar berhasil menekan peringkatnya menjadi dibawah 30.

Pada wilayah pulau Kalimantan dan Sulawesi terdiri dari Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara,
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Secara umum kasus positif mingguan pada dua pulau itu mengalami perkembangan
kurang baik. Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah selalu berada di 20 besar
provinsi dengan penambahan kasus positif terbanyak dalam 3 Minggu terakhir.

Sedangkan Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Utara perkembangannya kurang baik.
Sulawesi Utara peringkatnya dari 31 menjadi 2 dan Kalimantan Utara dari 25
menjadi 7.

Untuk kasus sembuh di wilayah tersebut, Kalimantan Utara mengalami
perkembangan yaang kurang baik karena peringkatnya turun dari 7 menjadi
peringkat 24.Sulawesi Selatan dari peringkat 15 sempat naik menajdi peringkat
1 dan menurun drastis 34 pada minggu ini.

Kendati demikian apresiasi kesembuhan diberikan pada Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat yang berhasil menjaga provinsinya
stabil.Pada kasus meninggal, Sulawesi Selatan mengalami perkembangan yang
kurang baik, peringkatnya dari 26 menjadi peringkat 8.

Apresiasi diberikan pada Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat
dapat menekan kasus meninggal dalam 3 pekan terakhir.

Untuk Gorontalo, Papua dan Papua Barat mengalami perubahan signifikan kasus
positif ke arah yang lebih baik karena berhasil menekan angka kasus sehingga
berada di peringkat dibawah 20.

Hanya saja Maluku Utara peringkatnya naik drastis dari 21 menjadi 8.

“Kepada seluruh provinsi yang berada pada peringkat yang kurang baik untuk
kasus positif, sembuh dan meninggal, mohon betul-betul ditingkatkan fasilitas
pelayanan kesehatan, tangani kasus sedari dini sehingga menurunkan risiko
kematian dan meningkatkan kesembuhannya.

Provinsi yang berhasil meningkatkan penanganannya mohon ditingkatkan lagi,
agar tidak ada lagi kasus baru,” tutupnya. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini