Gunungkidul— Suasana Pemilihan Lurah (Pilurah) di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (26/9/2026), berlangsung meriah. Antusiasme ratusan warga yang memadati Balai Kalurahan Watugajah membuat atmosfer pesta demokrasi tingkat desa ini terasa selayaknya perayaan tradisi rasulan.
Untuk mengakomodasi hak pilih warga secara optimal, panitia penyelenggara menggabungkan empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekaligus di satu area Balai Kalurahan Watugajah. Sebanyak empat calon lurah tercatat bersaing ketat untuk merebut kepercayaan masyarakat dalam kontestasi pemungutan suara kali ini.
Pelaksanaan pemungutan suara tersebut mendapat perhatian khusus dengan adanya peninjauan langsung dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY, KPH Yudhanegara, bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi tinggi atas besarnya partisipasi dan ketertiban warga Watugajah dalam menggunakan hak suara mereka.
“Meriah sekali ini, seperti rasulan. Ini namanya pesta demokrasi. Siapa yang menang berarti itu yang diinginkan masyarakat, semoga amanah,” ujar Endah di lokasi pemantauan.
Dalam kesempatan yang sama, Endah membagikan pengalamannya selama berkecimpung di dunia politik, serta mengingatkan para kandidat agar siap menerima hasil akhir dengan lapang dada.
“Kalah menang itu biasa, saya juga pernah kalah di tahun 2015. Tetapi kalah itu adalah pelajaran agar kita siap menang,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar lurah terpilih nantinya mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan pilihan politik selama masa kampanye.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap seluruh rangkaian Pilurah serentak di 31 kalurahan dapat berjalan damai serta melahirkan pemimpin yang progresif.
Sementara itu, Kepala Dinas PMK2PS DIY, KPH Yudhanegara, menegaskan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, keamanan, serta ketertiban Pilurah serentak yang digelar di 31 kalurahan se-Kabupaten Gunungkidul. Ia turut mengingatkan warga agar menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan akibat perbedaan dukungan politik.
“Pemilihan lurah ini delapan tahun sekali, sedangkan kita bertetangga dan hidup bersama seumur hidup. Jadi jangan ada lagi permasalahan terkait pemilihan lurah,” tegas KPH Yudhanegara.
Ia berharap kedewasaan berdemokrasi masyarakat Gunungkidul dapat terus terjaga pascapemilihan, demi mempertahankan identitas daerah yang harmonis.
“Sehingga keadaan kondusif, kita tunjukkan daerah kita ini istimewa dan kalurahannya juga istimewa. Istimewa daerahnya, istimewa orangnya,” pungkasnya.***

