Hati-hati! Video AI Catut Sultan HB X Beredar di WhatsApp, Pemda DIY Pastikan Hoaks Modus Penipuan

Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, dengan tegas menyatakan video dan audio dalam rekaman tersebut sama sekali tidak bersumber dari arsip resmi Pemda DIY.

23 Juli 2026, 06:18 WIB

Yogyakarta – Belakangan ini, warga digegerkan dengan beredarnya sebuah video di aplikasi WhatsApp yang mencatut nama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Video tersebut mendadak viral karena menampilkan sosok dan suara Sang Sultan yang seolah-olah sedang membicarakan urusan pribadi hingga membahas tagihan pembayaran barang.

Pemeda DIY bergerak cepat dan memastikan rekaman tersebut adalah hasil manipulasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) alias deepfake.

Penelusuran ini berawal dari laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh GKR Condrokirono. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY kemudian memeriksa isi video dan mencocokkannya dengan arsip resmi dokumentasi pemerintah.

Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, dengan tegas menyatakan  video dan audio dalam rekaman tersebut sama sekali tidak bersumber dari arsip resmi Pemda DIY.

Hasil pengecekan menunjukkan, video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemerintah Daerah DIY.

”Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI,” ujar Ditya saat memberikan keterangan di Gedhong Baleworo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Ditya mengungkapkan, indikator utama kepalsuan video ini terletak pada narasinya. Dalam video tersebut, audio buatan AI membuat Sultan HB X seolah-olah membahas hal pribadi dan mengarahkan korban untuk melakukan pembayaran suatu barang sebelum dikirim, bahkan sampai menyebut nama seseorang tertentu.

Selama mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut.

“Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau,” tegas Ditya.

Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim.

“Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem,” tambahnya.

Terkait potensi penipuan berkedok teknologi canggih ini, Pemda DIY untuk sementara waktu memilih untuk memprioritaskan langkah pencegahan ketimbang langsung menempuh jalur hukum. Langkah edukasi dinilai jauh lebih penting agar masyarakat tidak mudah terkecoh.

Pihaknyaingin masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang tampak meyakinkan.

“Karena itu, setiap menerima video atau informasi yang mengatasnamakan Pemda DIY maupun Bapak Gubernur, pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” pesan Ditya.

Meski demikian, pihak Pemda DIY tetap memantau situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Terkait apakah akan ada langkah hukum kedepannya terhadap pembuat video palsu tersebut, Ditya menyebutkan bahwa pihaknya masih belum membahas ke arah sana.

Hingga saat ini Pemda DIY belum membahas langkah hukum terkait temuan tersebut.

“Fokus utama yang dilakukan saat ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat agar semakin mampu mengenali dan mengantisipasi penyalahgunaan teknologi AI yang berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan maupun penyebaran informasi palsu,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini