Pemkab Gunungkidul Gelontorkan 10 Ton Bahan Pokok, Jaga Harga Tetap Bersahabat Jelang Lebaran

24 Februari 2026, 17:05 WIB

Yogyakarta – Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul  turun tangan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 10 ton komoditas penting digelontorkan melalui operasi pasar, demi menekan lonjakan harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan setiap momentum hari besar keagamaan selalu diikuti lonjakan permintaan.

“Jika pasokan tidak dijaga, harga bisa melonjak dan memicu inflasi. Karena itu operasi pasar menjadi kewajiban pemerintah daerah,” ujarnya saat peluncuran distribusi di Pasar Argosari, Selasa (24/2/2026).

Endah menekankan, kehadiran pemerintah bukan sekadar intervensi ekonomi, melainkan bentuk keberpihakan pada masyarakat kecil.

“Kami ingin memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar. Stabilitas harga adalah bagian penting dari stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menambahkan harga jual dalam operasi pasar ini dipatok lebih rendah dari harga pasar.

Gula pasir yang di pasaran menembus Rp17.500 per kilogram, dijual Rp15.500 per kilogram. Sementara minyak goreng dilepas Rp2.000–Rp2.500 lebih murah dari harga normal. “Harapannya, selisih ini benar-benar meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Distribusi dilakukan melalui 40 pedagang di berbagai pasar tradisional, seperti Pasar Argosari, Semin, Ponjong, Wonosari, dan Semanu.

Untuk menjaga pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan atau dua liter per orang, agar tidak terjadi aksi borong maupun penyalahgunaan.

Selain gula dan minyak, Pemkab juga mencermati komoditas lain yang rawan melonjak, seperti cabai rawit.

Operasi pasar yang sudah berjalan sejak Januari ini direncanakan berlanjut hingga Maret, dengan tambahan alokasi sekitar 10 ton bahan pokok guna menjaga harga tetap terkendali hingga Idul Fitri.***

 

Berita Lainnya

Terkini