Perjaka Tua Bunuh Diri Minum Pestisida

18 Maret 2016, 06:08 WIB
ilustrasi mayat%2B22
bunuh diri minum racun serangga

TABANAN – Wayan Surya Wirawan (43) yang selama ini dikenal sebagai perjaka tua di Banjar Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, nekat mengakhiri hidupnya, bunuh diri dengan cara minum racun serangga (pestisida), Kamis (17/3/16) pagi.

Informasi di lapangan, korban yang sejak 10 tahun lalu menderita gangguan saraf yang sering muncul tiba-tiba tersebut, pada saat kejadian berada di rumahnya sendirian. Korban yang bekerja sebagai penjual pestisida pertanian mengambil dagangannya sebungkus pestisida merk Metindo.

Pestisida ini dibuka lalu dituangkan ke dalam gayung yang berisi air, diaduk lalu meminumnya. Usai meminum pestisida, korban yang dalam keadaan gelisah lalu bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.

Sesaat kemudian, salah seorang anggota keluarganya Made karja (55) masuk ke dalam rumah dan melihat korban yang awalnya menduga sedang memperbaiki tempat tidur. Saksi melihat korban gelisah di kolong tempat tidur sambil menendang-nendang papan alas tidur.

Di dekat tubuh korban, saksi juga melihat gayung berbau pestisida dan bungkus pestisida sehingga saksi merasa curiga bila korba telah meminum racun/pestisida. Saksi kemudian membawa korban ke Puskesmas Baturiti untuk mendapatlkan pertolongan.

Namun setelah ditangani petugas kesehatan sekitar lima menit, nyawa korban ternyata tidak tertolong, sehingga kembali dibawa pulang keluarganya. Kapolsek Baturiti Kompol Heri Supriawan seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Kami sudah ke lapangan melakukan olah TKP dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi,” katanya.

Menurut Kapolsek Heri, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan anggota keluarga, korban sebelumnya dalam keadaan labil dan pernah mencoba bunuh diri dengan melukai urat nadinya di bagian lengan kirinya sekitar empat bulan yang lalu.

“Namun saat itu nyawanya tertolong karena cepat ketahuan dan  mendapat perawatan di RSU Kasih ibu Tabanan.,” terangnya. Korban juga sering mengeluh dan mengalami gangguan saraf sejak 10 tahun lalu yang sering muncul secara tiba-tiba sejak 10 tahun yang lalu. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini