Perjuangan Mandiri Ryaas Amin, Mahasiswa Psikologi UGM Kuliah Sambil Narik Ojol

Ryaas Amin, mahasiswa Fakultas Psikologi UGM menempuh pendidikan sarjana sambil bekerja sebagai pengemudi ojek daring

3 Februari 2026, 05:21 WIB

Yogyakarta – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Ryaas Amin, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menempuh pendidikan sarjana sambil bekerja sebagai pengemudi ojek daring dan layanan pesan-antar makanan.

Kisahnya menjadi inspirasi tentang keteguhan hati dalam meraih pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Ryaas memulai langkahnya dari tekad untuk tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua. Ia pertama kali mencoba menjadi pengemudi ojek online, sebelum kemudian merambah ke layanan pesan-antar makanan.

Awalnya, ia menggunakan motor milik kakaknya, dan kini ia mengandalkan kendaraan dari pamannya sebagai sarana utama bekerja.

Kerja keras yang dijalani membuahkan hasil. Ryaas mampu membiayai kuliahnya sendiri, sembari tetap menjaga keseimbangan antara dunia akademik dan pekerjaan.

“Biasanya aku mulai merencanakan waktu sejak memilih mata kuliah saat KRS. Jumlah SKS jadi patokan agar kuliah dan kerja bisa berjalan seimbang,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Meski tidak mudah, keputusan untuk menekuni pekerjaan ini ia ambil dengan penuh pertimbangan. Menurutnya, pekerjaan sebagai pengemudi ojol relatif fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja.

“Kalau ditekuni, penghasilannya juga tidak mengecewakan,” tambahnya.

Bagi Ryaas, impian harus diperjuangkan dengan usaha nyata. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu dan keberanian mengambil keputusan.

“Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya bekerja. Kalau punya keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya,” katanya.

Keinginannya untuk hidup mandiri membuatnya semakin gigih. Ia tidak ingin membebani orang tua, meski tetap mendapat dukungan moral dari mereka.

“Orang tua selalu mendukung, meski tidak secara terang-terangan. Yang penting kuliah dan kerja tetap seimbang,” ujarnya sambil tersenyum.

Pengalaman kuliah sambil bekerja ini membentuk Ryaas menjadi pribadi yang tangguh. Ia terbiasa menghadapi tantangan, mengatur prioritas, hingga berhadapan dengan konflik pelanggan.

“Proses ini bisa jadi bekal setelah lulus nanti. Aku jadi terbiasa multitasking dan mengatur skala prioritas,” pungkasnya.**

Berita Lainnya

Terkini