Perumahan Kebanjiran, Bos Developer Terancam Diperkarakan

23 April 2015, 21:32 WIB

perumahan%2Bbanjir%2B23 4 2015

Kabarnusa.com – Pihak pengembang perumahan dituding sebagai biang kerok banjir sehingga harus bertanggungjawab sehingga penghuni perumahan Permata Puri di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali mengancan memperkarakan pengembang.

Apalagi, bos pengembang diketahui telah kabur sejak beberapa bulan lalu itu.

Perumahan yang dihuni puluhan warga tersebut direndam banjir pada Rabu (22/4/2015) petang lalu.

Sejumlah penghuni perumahan terjebak banjir dan tidak bisa melakukan aktivitas, hanya tinggal di dalam rumah mereka masing-masing.

Hujan deras disertai petir hingga beberapa jam menyebabkan ketinggian air yang merendam perumahan tersebut hampir mencapai lutut orang dewasa.

“Di sini memang sering terjadi banjir jika terun hujan deras. Soalnya di perumahan ini daerahnya sangat rendah,” salah seorang penghuni perumahan yang enggan dikorankan namanya saat ditemui Kamis (23/4/2015) sore.

Disamping datarannya rendah, banjir sering terjadi lantaran perumahan tersebut tidak memiliki serapan air karena tidak ada saluran got atau drainase.

Ini karena kelemahan dari pengembang yang tidak bertanggungjawab dan lepas tangan. Bahkan untuk ditemui saja sampai  saat ini tidak bisa.

Wrga penghuni perumahan mengancam akan memperkarakan pengembang dan bos déveloper jika tidak mau menyelesaikan tanggungjawabnya.

“Semua pihak nanti kami akan libatkan, baik dewan dan Pemkab. Jika perlu pihak penegak hukum,” jelas lelaki yang sudah membeli rumah di perumahan tersebut sejak tahun 2012 lalu.

Warga katanya sejak beberapa bulan belakangan ini merasa resah. Pasalnya bos pengembang atau developer PT Bariko Putra Persada, Wayan Moril Astika tidak berhasil ditemui. Semua nomor ponselnya tidak aktif. Kantornya juga sering tutup.

Menghilangnya Wayan Moril katanya membuat proses ‘splitsing’ atau pemecahan tanah seluas 3,8 hektar tersebut tersendat sehingga sertifikat nasabah atau pembeli tidak kunjung selesai.

Sementara  247 kapling dan rumah semuanya sudah laku. Bahkan sudah ada warga yang menempati dan merenovasi rumahnya.

Sementara itu Wayan Moril Astika belum bisa dikonfirmasi. Dicoba menghubungi melalui dua nomer telponnya dalam keadaan tidak aktif.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini