Petani Milenial Desa Sumber Blora Sukses Budidaya Beras Mentik Susu Organik

Bupati Blora Arief Rohman menyatakan nasi dari varietas Mentik Susu memiliki tekstur yang sangat pulen dan rasa yang lezat.

9 Maret 2026, 05:31 WIB

Blora – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, terus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan dukungan penuh terhadap pengembangan padi organik yang dipelopori oleh kelompok petani milenial di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Pada Sabtu (7/3/2026), Bupati Arief menerima hasil panen khusus berupa beras organik varietas Mentik Susu dari Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera.

Beras ini merupakan buah dedikasi para pemuda desa yang memilih jalur pertanian ramah lingkungan.

Bupati Arief menyatakan kekagumannya terhadap kualitas beras tersebut setelah mencicipinya secara langsung. Menurutnya, nasi dari varietas Mentik Susu ini memiliki tekstur yang sangat pulen dan rasa yang lezat.

“Alhamdulillah, saya mendapat kiriman istimewa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada petani milenial Desa Sumber. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali,” ujar Arief Rohman melansir blorakab.go.id.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pertanian organik bukan sekadar masalah rasa, melainkan investasi jangka panjang bagi lingkungan:

Ketahanan Produk: Memiliki umur simpan yang lebih lama dibanding produk konvensional.

Kesehatan Lahan: Menjaga kesuburan tanah dengan menghindari residu kimia.

Efisiensi Biaya: Dalam jangka panjang mampu menekan biaya produksi karena kemandirian pupuk.

Rakam, salah satu motor penggerak petani organik di Desa Sumber, menjelaskan meski di awal membutuhkan tenaga kerja ekstra untuk proses penyiangan (osrok), sistem ini jauh lebih hemat secara material.

Kalau dari bahan baku, organik sebenarnya lebih murah karena memanfaatkan bahan alami sekitar. Kedepannya akan semakin murah karena bahan organik di tanah sudah terakumulasi.

“Kita cukup mengembalikan jerami sisa panen ke sawah,” jelas Rakam.

Dalam satu musim tanam, para petani melakukan kegiatan osrok (pembersihan gulma) sebanyak empat kali untuk memastikan padi tumbuh optimal tanpa herbisida kimia.

Meskipun produksi berjalan lancar, para petani milenial ini masih menghadapi kendala di sektor hilir. Saat ini, mereka masih menggunakan alat penggilingan umum yang bercampur dengan padi konvensional.

“Harapan kami adalah memiliki fasilitas pengering dan penggilingan (RMU) sendiri agar kemurnian dan kualitas beras organik tetap terjaga 100%,” tambah Rakam.

Saat ini, beras organik Mentik Susu Desa Sumber dipasarkan dengan harga Rp20.000 per kilogram dalam kemasan praktis 2 kg. Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial.

Bupati Arief menutup dengan pesan kuat bagi generasi muda di Blora agar tidak ragu terjun ke sektor agraris.

“Jangan pernah malu turun ke sawah, karena menjadi petani itu keren. Dengan dukungan masyarakat mengonsumsi produk lokal, kemandirian pangan daerah akan semakin kuat,” tegasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini