Polda DIY dan Jasa Marga Rekayasa Lalu Lintas di Arteri Solo Selama Operasi Ketupat 2026

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, menyebutkan terdapat 12 titik putar balik (U-turn) di jalur Arteri Solo namun sembilan di antaranya ditutup

16 Maret 2026, 19:00 WIB

Yogyakarta – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) bersama Jasa Marga melakukan rekayasa lalu lintas di jalan arteri Solo sepanjang delapan kilometer dalam rangka Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, menyebutkan terdapat 12 titik putar balik (U-turn) di jalur tersebut, namun sembilan di antaranya ditutup sementara demi kelancaran arus kendaraan.

Tiga U-turn yang tetap dibuka berada di AU, Telkom, dan Sendang Ayu, dengan pengaturan situasional sesuai kondisi lalu lintas.

Arie menjelaskan, pengalihan arus disiapkan untuk mengantisipasi antrean panjang dari gerbang tol hingga arteri.

Jika antrean mencapai arteri, arus kendaraan akan dialihkan ke Prambanan dan dibuka kembali setelah kondisi terurai.

Polda DIY juga menyiapkan pos pantau di ujung arteri untuk memonitor panjang antrean dari gerbang tol.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Jogja-Solo, Rudi Ardiansyah, memprediksi puncak arus mudik di Gerbang Tol Purwomartani terjadi pada 18 Maret, sedangkan arus balik diperkirakan pada 24 Maret.

Jumlah kendaraan saat puncak mudik diperkirakan mencapai 17 ribu unit, sementara arus balik lebih tinggi, sekitar 24 ribu unit.

Rudi menambahkan, tren perjalanan pemudik biasanya meningkat pada sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah sahur.

Secara keseluruhan, Jasa Marga memperkirakan peningkatan volume kendaraan tahun ini mencapai 3–8 persen dibanding tahun sebelumnya. “Kami prediksikan ada kenaikan sekitar 17 ribu kendaraan dibanding tahun lalu,” ujar Rudi. ***

Berita Lainnya

Terkini