Polemik Menu Program Makan Bergizi Gratis di DIY

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan telah meminta evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

27 Februari 2026, 03:58 WIB

Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan selama Ramadan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah unggahan di media sosial menampilkan menu makanan yang dibagikan kepada siswa, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan gizi dan kesesuaian anggaran program tersebut.

Unggahan yang mulai beredar sejak Senin, 23 Februari 2026, memperlihatkan variasi paket makanan berupa roti, jeruk, susu UHT, kurma, kacang, hingga telur.

Sehari kemudian, muncul foto lain dari salah satu SMA di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, yang menunjukkan menu roti, jeruk, dan risoles mayo.

Publik kemudian mempertanyakan apakah komposisi makanan tersebut memenuhi standar gizi dan sesuai dengan alokasi dana yang ditetapkan.

Menanggapi polemik ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan telah meminta evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

“Saya sudah meminta Sekda untuk memanggil penanggung jawab MBG, karena ada sejumlah pihak yang protes. Sepertinya materi atau kurang pas,” ujar Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/2/2026).

Sultan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam program tersebut, baik dari sisi kandungan gizi maupun transparansi harga setiap komponen menu.

Ia meminta agar rincian harga dan komposisi makanan disampaikan secara terbuka untuk menghindari kecurigaan masyarakat.

“Harapannya, menu diperbaiki termasuk kejelasan harganya. Misalnya, jika diberikan pisang, harus jelas berapa harganya supaya clear,” tegasnya.

Dengan adanya evaluasi, pemerintah DIY berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih transparan dan tidak menimbulkan pertanyaan yang membuat masyarakat merasa tidak nyaman. ***

Berita Lainnya

Terkini