Potret Warga Miskin di Bali, Lumpuh Menahun Dikira Sudah Meninggal

27 Oktober 2015, 18:49 WIB

Kakek%2BSamsul%2B 3

Kabarnusa.com
Potret kemiskinan warga di Kabupaten Jembrana, Bali yang luput dari
perhatian pemerintah bisa terlihat pada sosok kakek Samsul Muarif (69).
Warga Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana,
sangat memprihatinkan lumpuh menahun bahkan sempat dikira sudah
meninggal dunia.

Ya, Samsul mengalami lumpuh sejak empat tahun
lalu. Akibatnya, dia tidak bisa duduk maupun berdiri. Apalagi, melangkah
meski sejengkal, dia tak kuasa.

Hari-hari sang kakek, dilalui dengan terbaring lemah di atas dipan reot, beralas kasur buntut dan usang.

Tubuhnya nampak sangat kurus. Lebih memprihatinkan lagi, kamar Samsul nampak kotor dan berbau, lembab dan pengab.

Dinding
ruangan mulai keropos lantaran lama tak terawat. Pakaian yang dikenakan
kakek juga lusuh, demikian juga selimut dan kasur yang ditempati kakek
juga lusuh.

Kondisi itu, membuat tubuh sang kakek tubuh dekil dan bau.

“Saya
yang memberikan makan tiap hari. Untuk mandi bapak memang jarang. Tapi
hanya sekedar di lap basah tubuhnya, hampir tiap hari,” kata Mardiana,
anak tiri Samsul kepada wartawan, Selasa (27/10/2015).

Mardiana
yang sudah memiliki suami dan anak-anaknya yang masih kecil itu mengaku,
tidak bisa fokus mengurus bapak tirinya. Pasalanya,  dia harus bekerja
serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya.

Dia sendiri hidup dalam himpitan ekonomi, serba pas-pasan. Penghasilan suaminya, tidak menentu sebagai nelayan.

“Kami kewalahan mengurus bapak,” sambungnya..

Kata Mardiana, bapak tirinya itu, tidak memiliki anak kandung, istrinya sudah lama meninggal karena sakit.

Kini kakek Samsul, tinggal seorang diri, di rumah tidak ada yang menemani.

Ironisnnya
warga sekitar, justru tidak mengetahui keberadaan kakek Samsul yang
sakit lumpuh karena lama tidak kelihatan. Bahkan, warga sekitar mengira
Samsul sudah meninggal.

“Kami baru tahu kalau kakek sedang sakit karena tidak ada yang memberi tahu,” ucap seorang warga.
Pintunya juga sering tertutup. Setelah mengetahui hal itu, dia berusaha ikut memperhatikan kakek renta itu .

Kadis
Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta yang diinformasi terkait kondisi
kakek itu, langsung meminta seorang dokter Puskesmas memeriksa kondisi
kakek Samsul.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini