Prediksi Banjir di DIY, Pemkab Sleman Tetapkan Dua Status Siaga Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menjelaskan berdasar rilis BMKG DIY, curah hujan pada Februari hingga Maret tergolong signifikan

3 Maret 2026, 18:26 WIB

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan dua status siaga darurat menyusul prediksi potensi bencana hidrometeorologi pada Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap curah hujan tinggi dan kemunculan bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menjelaskan berdasarkan rilis BMKG DIY, curah hujan pada Februari hingga Maret masih tergolong signifikan.

Data menunjukkan pada dasarian ketiga Februari 2026 curah hujan mencapai 75–100 mm, sedangkan awal Maret diperkirakan 50–150 mm per dasarian.

Secara keseluruhan, rata-rata curah hujan bulan Maret diprediksi berada pada kisaran 151–400 mm, kategori menengah hingga tinggi.

Selain itu, BPBD mencermati adanya tiga bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca.

Bibit siklon 90S terpantau di selatan Banten pada 27 Februari, sementara dua bibit lainnya, 9S dan 90B, muncul pada 2 Maret di barat laut Australia dan selatan Papua.

“Bibit siklon ini sangat besar pengaruhnya terhadap cuaca sehingga menjadi perhatian kami,” ujar Haris dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).

BPBD juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan lebat sporadis, angin kencang, petir, banjir, dan tanah longsor.

Beberapa wilayah Sleman, seperti Kalasan dan Ngemplak, sempat mengalami curah hujan tinggi secara lokal.

Bahkan, dilaporkan adanya korban jiwa akibat sambaran petir di wilayah barat Sleman.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Sleman menerbitkan dua Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat. Pertama, SK Siaga Darurat Erupsi Merapi Nomor 3.5/Kep.KDH/A/2025 yang berlaku hingga 31 Maret 2026.

Kedua, SK Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Nomor 15.5/Kep.KDH/A/2026 yang berlaku hingga 31 Mei 2026.

Haris menambahkan, status siaga cuaca ekstrem sebenarnya telah ditetapkan sejak November 2025 karena intensitas hujan yang tinggi.

Dengan penetapan status siaga darurat ini, Pemkab Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa dasarian ke depan.***

Berita Lainnya

Terkini