Presiden Jokowi Berbagi Kiat Merintis Usaha Tembus Pasar Dunia

1 Februari 2019, 22:00 WIB
jokowi%2Bmagetan
Presiden Jokowi bertemu pedagang nasabah PNM dalam lawatan di Kabupaten Magetan Jawa Timur/biro pers setpres

MAGETAN – Presiden Joko Widodo berbagai kisah bagaimana memulai usaha berangkat dari bawah hingga bisa merebut pasar dunia.

Kisah Jokowi disampaikan saat bertemu bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertemu 500 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pertemuan di lapangan Cepoko, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, yang sekaligus mengawali aktivitas kunjungan kerja Presiden ke Provinsi Jawa Timur, Jumat, 1 Februari 2019.

Sejumlah gerobak dan stan berjualan para nasabah. Saat memberikan sambutan, Presiden memberikan sejumlah kiat sukses merintis usaha. Ia mengambil contoh salah satu produk binaan program Mekaar.

“Bu Andre punya produk seperti ini. Ini brambang goreng ya. Produknya ini bagus,” ucap kata Presiden.

Produk berupa bawang goreng yang dijual seharga Rp6.000 per bungkusnya itu sudah dikemas rapi dalam kemasan plastik transparan. Hanya, Presiden merasa produk tersebut masih memerlukan identitas tersendiri yang dapat membedakannya dengan produk lain.

“Penting yang namanya nama (merek). Didesain bagus, kemudian diberi nama ‘Brambang Goreng Bu Andre’. Sebuah produk itu mesti diberi nama,” ujarnya. Selain soal merek, Kepala Negara yang memiliki pengalaman merintis usaha dari bawah menjelaskan soal penentuan harga produk yang menjadi pertimbangan tersendiri bagi para konsumen.

“Barang bagus itu belum cukup. Pembeli pasti tanya harganya berapa. Pasti orang lain membandingkan di tempat lain berapa. Menentukan harga itu hati-hati. Dilihat pesaingnya siapa, jualnya berapa,” tuturnya.

Jokowi sempat berdialog dengan beberapa nasabah PNM Mekaar yang masing-masing sedang menjalankan usaha. Salah seorang di antaranya bahkan sudah akan beranjak dari program bantuan Mekaar menuju Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan besaran pinjaman yang lebih besar.

Ibu Sujiatmiati, disapa Ibu Jit, asal Selosari, Magetan, memanfaatkan bantuan PNM Mekaar untuk menjalankan usaha warung kopi. Dengan gerobaknya, ia membuka angkringan kopi dan menjajakan dagangannya bagi para pengguna jalan di sekitar Selosari.

Ibu Jit biasa berjualan selepas waktu subuh hingga pukul sembilan malam setiap hari. Dari pukul sembilan malam hingga keesokan pagi, sang suami kemudian meneruskan dagangan.

Kepada Presiden, dirinya mengaku ingin menambah jenis usaha dengan mengajukan pinjaman KUR ke perbankan. Sebelumnya, Ibu Jit tiga kali mendapatkan bantuan pinjaman Mekaar yang masing-masing sebesar Rp2 juta, Rp3 juta, dan Rp4,5 juta, kesemuanya dapat diangsur dengan disiplin.

Diketahui, PNM Mekaar Cabang Panekan sejak awal berdirinya di 16 November 2016 telah memberikan bantuan permodalan bagi 2.139 nasabah dari 172 kelompok pendampingan. Di Jawa Timur sendiri, PNM yang telah memiliki 401 kantor cabang secara keseluruhan telah melayani 910.566 nasabah dari 64.018 kelompok pendampingan. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini