Presiden Jokowi Dijadwalkan Melepas Kontingen Indonesia di Asian Games 2018

upacara pengukuhan Kontingen harus dilakukan dengan tidak mengganggu proses latihan para atlet, “Hampir 45% atlet sedang konsentrasi berlatih di luar.

2 Agustus 2018, 16:01 WIB

JAKARTA atau Jokowi diharapkan dapat melepas kontingen Indonesia dalam ajang di Jakarta dan Palembang.

Upacara Pengukuhan Tim Indonesia untuk Jakarta – Palembang akan dilaksanakan Minggu (5/8) di Istora Senayan pukul 16.00 WIB.

“Usai upacara pengukuhan, akan dilakukan ceremony Pelepasan Kontingen Indonesia dipimpin langsung Presiden RI,” jelas Chef de Mission Indonesia untuk , Komjen Pol Drs Syafruddin MSi dalam rapat konsolidasi internal di Sekretariat STIK-PTIK Kamis (2/8/2018).

Untuk jadwalnya masih tentative namun sudah disampaikan tanggal 6, 7, atau 8 Agustus dan diharapkan Presiden bisa berkenan hadir.

berpesan, upacara pengukuhan Kontingen harus dilakukan dengan tidak mengganggu proses latihan para atlet, “Hampir 45% atlet sedang konsentrasi berlatih di luar.

“Saat Pengukuhan nanti, diharapkan seluruh atlet yang ada di Indonesia bisa hadir, nanti juga akan pakai seragam training, akan dibagikan,” sambungnya.

Syafruddin juga memastikan, seluruh administrasi yang dibutuhkan untuk pencairan uang saku atlet sudah dirapatkan secara khusus dan bersama-sama dengan pejabat terkait.

Sehingga bisa dipastikan tidak ada masalah lagi karena anggaran tersebut sudah ada dan sudah cair, tinggal sedikit revisi.

“Ïntinya, semua permasalahan administrasi terkait dengan keuangan sudah selesai dan uang saku segera dapat diterima yang berhak”, ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Indonesia juga mengundang langsung kehadiran Deputy IV Kemenpora, Sekjen KOI, Direktur Sistem Penganggaran Kemenkeu, Perwakilan BPKP dan seluruh pimpinan PP/ PB cabor.

Dalam rapat internal tersebut, seluruh pejabat terkait juga menunjukkan komitmen yang kuat untuk menuntaskan tugas ini.

“Saya ingin saat Opening Ceremony atau sebelum itu, uang saku atlet sudah diterima, tidak boleh terjadi keterlambatan, ini sangat penting. Biarkan atlet fokus berlatih, sedangkan official dan manajer fokus membantu semua administrasi yang dibutuhkan, dan harus gerak cepat,” imbuh Syafruddin (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini