Denpasar – Pemimpin Wilayah BULOG Bali, Muhamad Anwar, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Ia menyampaikan, stok beras cadangan pemerintah di Bali saat ini mencapai sekitar 15.000 ton, jumlah yang dinilai sangat aman untuk menghadapi kebutuhan masyarakat.
Menurut Anwar, kebutuhan beras di Bali per bulan rata-rata sekitar 6.000 ton.
“Dengan stok yang ada, ketahanan pangan diperkirakan cukup untuk 2,5 hingga 3 bulan ke depan,” tandas nya di sela Buka Puasa Bersama Bulog Bali Pers di Denpasar Selasa 10 Maret 2006.
Selain itu, BULOG Bali juga terus melakukan penyerapan hasil produksi lokal dengan rata-rata 60 ton per hari, atau sekitar 1.800 ton per bulan. Upaya ini turut mendukung ketersediaan stok beras di wilayah tersebut.
Ia menambahkan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Bali setiap bulan membutuhkan sekitar 1.000 ton beras, sehingga kebutuhan tahunan mencapai 12.000 ton.
Dengan posisi stok saat ini, BULOG Bali diyakini mampu memenuhi kebutuhan SPHP sekaligus mendukung program bantuan pangan pemerintah yang sedang berjalan.
“Insyaallah stok yang ada sangat cukup untuk menghadapi Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Kami tetap menjalankan penugasan dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, baik untuk SPHP maupun bantuan pangan,” ujar Anwar.***

