Rangkaian Upacara Pujawali, Bupati Tabanan dan Jajaran Lakukan Persembahyangan di Pura Luhur Tanah Lot

Bupati Sanjaya, saat persembahyangan bersama di Luhur Tanah Lot Bupati Sanjaya mengimbau para pemedek yang hendak tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot, mengimbau pemedek tetap waspada memperhatikan waktu pasang surut air laut.

18 Maret 2024, 05:20 WIB

Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati Tabanan beserta jajaran turut hadir (tangkil) melaksanakan persembahyangan bersama pada hari penyineban/penutupan upacara pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan Sabtu, 16 Maret 2024.

Serangkaian upacara Pujawali/Piodalan di Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan yang digelar sejak tanggal 13 Maret 2024 dihadiri para Asisten di lingkungan Setda Tabanan beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Tabanan.

Demikian juga, ratusan pemedek lainnya memadati dan mengikuti persembahyangan di Pura yang menjadi ikon Pulau Bali yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan tersebut.

Tiga Gedung Pemerintahan Dioperasionalkan, Bupati Sanjaya Harapkan Lebih Optimalkan Pelayanan Publik di Tabanan

Bupati Sanjaya, nunas tirta di Beji dan dilanjutkan melaksanakan persembahyangan bersama di Luhur Tanah Lot yang dipimpin Jro Mangku Pura setempat serta puluhan pengayah dari Desa Adat Kediri.

Pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengimbau para pemedek yang hendak tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot, agar tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan persembahyangan, serta memperhatikan waktu pasang surut air laut.

Mengingat, cuaca ekstrem yang tidak menentu di pertengahan Maret ini yang diselingi angin kencang, hujan deras hingga gelombang tinggi, sehingga bersama-sama tetap agar selalu waspada.

Tiga Gedung Pemerintahan Dioperasionalkan, Bupati Sanjaya Harapkan Lebih Optimalkan Pelayanan Publik di Tabanan

Kata Sanjaya, Pujawali di Pura Luhur Tanah lot yang secara rutin digelar setiap 210 hari sekali ini, sekaligus menjadi momentum yang berarti bagi masyarakat umat Hindu di Tabanan maupun seluruh pelosok Pulau Bali, sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Bhatara Segara atau Dewa Laut, sekaligus memperkokoh rasa kebersamaan dan kepercayaan kepada Tuhan.

“Sudah barang tentu, keselamatan diri juga harus diperhatikan saat melaksanakan penangkilan,” imbuhnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini