Rebung: Si ‘Superfood’ Lokal yang Ampuh Turunkan Kolesterol dan Gula Darah

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agung Endro Nugroho, mengungkapkan rebung layak menyandang status superfood

4 Februari 2026, 14:23 WIB

Yogyakarta – Selama ini rebung atau bambu muda lebih dikenal sebagai isian lumpia atau sayur santan biasa. Namun, pakar kesehatan kini menyebutnya sebagai pangan fungsional dengan potensi luar biasa bagi kesehatan, mulai dari mengelola diabetes hingga menjaga kesehatan jantung.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agung Endro Nugroho, mengungkapkan rebung layak menyandang status superfood. Hal ini didasari oleh profil nutrisinya yang padat namun rendah kalori.

Menurut Prof. Agung, rebung memiliki kombinasi unik antara makronutrien dan mikronutrien yang bekerja sinergis di dalam tubuh:

Rendah Kalori & Lemak: Cocok untuk program diet dan penderita obesitas.

Kaya Serat: Membantu melancarkan pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama.

Indeks Glikemik Rendah: Aman bagi penderita diabetes karena tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Mineral & Vitamin: Mengandung kalium, magnesium, vitamin B, serta vitamin C untuk menjaga imunitas.

“Kombinasi nutrisi ini membuat rebung efektif menghambat penyerapan gula dan menurunkan kolesterol dalam darah,” ujar Prof. Agung pada Rabu (4/2/2026).

Senyawa Aktif: Antioksidan dan Anti-inflamasi

Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan rebung kaya akan senyawa fenolik, flavonoid, dan fitosterol. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai:

Antioksidan: Menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Anti-inflamasi: Membantu meredakan peradangan internal.

Pelindung dari Zat Berbahaya: Hebatnya, senyawa dalam bambu dapat menghambat pembentukan akrilamida dan furan—zat berbahaya yang biasanya muncul saat makanan digoreng atau dipanggang pada suhu tinggi.

Meski kaya manfaat, rebung tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan atau dalam keadaan mentah. Rebung secara alami mengandung glikosida sianogenik yang bisa melepaskan racun sianida jika tidak diolah.

Tips Mengolah Rebung agar Aman:

Bersihkan rebung dengan air mengalir.

Rebus selama 10 hingga 15 menit.

Buang air rebusan pertama untuk mengeliminasi senyawa toksik.

Rebung siap diolah menjadi berbagai masakan sehat.

Sebagai negara dengan populasi bambu yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan rebung sebagai pangan alternatif yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kuncinya adalah pengolahan yang benar dan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatannya sesuai dengan kaidah ilmiah,” pungkas Prof. Agung. ***

Berita Lainnya

Terkini