RSJ Grhasia Kirim Sampel Makanan ke Labkes, Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan Mahasiswa UNISA

22 mahasiswa Unisa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan ringan dalam Early Clinical Exposure (ECE) di RSJ Grhasia

5 Januari 2026, 14:44 WIB

Sleman –  Harapan para mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta untuk menimba ilmu melalui program Early Clinical Exposure (ECE) di RSJ Grhasia pada akhir Desember 2025 lalu berubah menjadi ujian kesehatan yang tak terduga.

Sebanyak 22 mahasiswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan ringan dalam kegiatan tersebut.

Kini, di awal tahun 2026, pihak rumah sakit dan universitas bergerak bahu-membahu memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pemulihan terbaik sembari menanti jawaban pasti dari uji laboratorium.

Gejala mual, muntah, hingga demam mulai menyerang para peserta pada malam hari setelah kegiatan usai. Menghadapi situasi ini, manajemen RSJ Grhasia segera mengaktifkan protokol darurat. Direktur RSJ Grhasia DIY, dr. Akhmad Akhadi S, menegaskan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas mutlak.

“Kami langsung melakukan penjemputan dan pemeriksaan, baik bagi mahasiswa yang masih di rumah sakit maupun yang sudah berada di luar area. Fokus utama kami adalah stabilitas klinis mereka,” ujar dr. Akhmad dalam konferensi pers, Senin (5/1).

Langkah koordinasi internal dengan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta pihak eksternal seperti Dinas Kesehatan segera dilakukan. Sampel makanan, sisa konsumsi dari penyedia katering, hingga sampel medis mahasiswa telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.

Hingga 4 Januari 2026, secercah harapan muncul seiring membaiknya kondisi para mahasiswa. Berdasarkan data terbaru:

RSJ Grhasia: Seluruh mahasiswa yang dirawat telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

RS Queen Latifa: Dari 8 mahasiswa, 4 telah pulang, 2 menyusul dalam waktu dekat, dan 2 lainnya stabil dalam perawatan.

RS PKU Gamping & RS Sakinah Idaman: Beberapa mahasiswa masih dalam pemantauan medis intensif dengan kondisi yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Komitmen dan Transparansi

Pihak UNISA Yogyakarta tidak tinggal diam. Wakil Dekan III FIKES UNISA, Wantonoro, memastikan kampus mengawal penuh setiap tahap pengobatan anak didik mereka.

UNISA bertanggung jawab penuh. Kami memastikan pendampingan maksimal hingga seluruh mahasiswa benar-benar pulih dan bisa kembali menjalankan aktivitas akademiknya,” tegas Wantonoro.

Meski dugaan mengarah pada snack dari pihak katering eksternal, RSJ Grhasia memilih untuk tetap objektif dan transparan. Mereka berkomitmen tidak akan berspekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil resmi laboratorium keluar.

Tragedi ini menjadi momentum evaluasi besar. RSJ Grhasia berjanji akan memperketat pengawasan dan standar pengadaan jasa boga dalam setiap kegiatan pendidikan di lingkungan rumah sakit.

Komitmen ini diambil demi memastikan lingkungan belajar bagi para calon tenaga kesehatan masa depan tetap aman, nyaman, dan terlindungi.***

Berita Lainnya

Terkini