Jakarta – Kejadian langka baru saja mengguncang pasar valuta asing. Layanan Google yang mengalami gangguan teknis menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melonjak drastis, bahkan mencatat penguatan lebih dari 50%. Tak hanya dolar, euro pun ikut terseret dalam penguatan nilai tukar rupiah yang tak biasa ini.
Mengutip pantauan Beritasatu.com, pada Sabtu (1/2/2025) pukul 19.06 WIB, nilai tukar rupiah terhadap euro mencapai Rp 8.348 per euro. Sementara itu, data dari layanan finansial perbankan swasta menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap euro sebesar Rp 16.889.
Sontak, anomali data ini memicu kehebohan di kalangan pelaku pasar dan masyarakat. Pertanyaan pun muncul, apakah ini murni kesalahan teknis ataukah ada faktor lain yang mempengaruhi?
Di tengah kebingungan ini, Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter bergerak cepat. BI langsung berkoordinasi dengan Google untuk mengklarifikasi dan mengatasi masalah ini.
“Tim kami sedang menghubungi Google untuk mengklarifikasi masalah ini,” ujar seorang pejabat BI.
Hingga saat ini, pihak Google belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Namun, para pengguna internet berharap agar Google segera memberikan klarifikasi dan penjelasan yang transparan, serta melakukan perbaikan jika memang terjadi kesalahan teknis.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mempercayai informasi yang beredar di internet.
Terlebih lagi, jika informasi tersebut menyangkut hal-hal yang sensitif seperti nilai tukar mata uang yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari gangguan teknis pada layanan Google dan dampaknya pada nilai tukar rupiah masih belum diketahui secara pasti. Namun, satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi pengingat bahwa pasar keuangan sangat dinamis dan rentan terhadap berbagai faktor, termasuk kesalahan teknis sekalipun.
Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut dari BI dan Google terkait kejadian yang menggemparkan ini. ***