Sambut Lailatul Qadar, Warga Lebah Sari Gelar Tradisi Maminan Linting Pada Malam Selikur

11 Maret 2026, 21:52 WIB

Karangasem – Warga kampung muslim Lebah Sari menggelar tradisi Maminan Linting pada malam ke-21 Ramadan bentuk persiapan menyambut malam ganjil di bulan Ramadan yang diyakini sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan mempererat kebersamaan.

Salah satu warga masyarakat Lebah Sari, Amir Mahmud, mengatakan tradisi maminan linting tersebut telah berlangsung secara turun temurun dan masih terus dilaksanakan hingga kini oleh masyarakat kampung muslim Lebah Sari.

“Tujuan diadakannya maminan linting yakni pada malam ganjil yakni menyambut datangnya malam Lailatul Qadar sekaligus meningkatkan ibadah bagi masyarakat setempat” ujar Amir.

Antusias anak-anak kampung muslim Lebah Sari dalam menghidupkan penerang yakni linting pada acara Maminan Linting malam selikur di Masjid At-Taubah, Kampung Lebah Sari. dok.hidayatmahmudi

Menurutnya, kegiatan ini tak hanya bernilai budaya tetapi juga memiliki makna religius yang kuat bagi masyarakat setempat. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga semangat ibadah selama bulan Ramadan.

Amir menambahkan, keberadaan tradisi ini diharapkan mampu memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan di tengah kehidupan masyarakat.

Tradisi ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Tradisi ini sudah turun temurun ada di kampung muslim Lebah Sari dan harus dirawat agar tetap lestari” ungkap Amir Mahmud.

Masyarakat berharap tradisi Maminan Linting pada malam ganjil bulan Ramadan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas kampung muslim Lebah Sari, sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai religius pada bulan suci Ramadan.***

Berita Lainnya

Terkini