Satpol PP Yogyakarta Perketat Patroli Ramadan, Warga Diminta Tenang

14 Februari 2026, 14:18 WIB

Yogyakarta – Suasana Ramadan di Kota Yogyakarta tahun 2026 terasa lebih tertib.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Yogyakarta memperketat patroli keamanan di sejumlah titik keramaian, mulai dari kawasan Street Coffee hingga Kota Baru.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menegaskan sinergi lintas instansi ini bukan sekadar menjaga arus lalu lintas, tetapi juga memastikan ketenteraman warga di bulan suci.

“Patroli rutin kami tingkatkan, terutama hingga 10 hari terakhir Ramadan,” ujarnya di Kompleks Balai Kota, Kamis (12/2/2026).

Dishub fokus mengatur kelancaran jalan, sementara Satpol PP menitikberatkan pada ketertiban umum.

Pengawasan bahkan diperluas ke kawasan hunian, gereja, dan Masjid Syuhada yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Patroli mobile dilakukan setiap malam, menyisir Jalan Urip Sumoharjo dari Srimanganti hingga simpang Duta, menyusul maraknya pedagang yang memanfaatkan badan jalan.

Octo mengakui aktivitas di Street Coffee belum sepenuhnya tertib, meski jumlah pelaku usaha menurun.

“Rata-rata hanya dua sampai tiga titik, maksimal lima. Kami terus mengarahkan agar mereka bergeser ke lokasi yang lebih sesuai,” jelasnya.

Selain itu, Satpol PP juga menegakkan aturan jam operasional tempat hiburan sesuai surat edaran Wali Kota.

Tahapan pengawasan dimulai dari sosialisasi bersama Dinas Pariwisata hingga penindakan bila pelanggaran berlanjut. “Kami tidak serta-merta menutup usaha, ada prosedur sesuai SOP,” tegas Octo.

Koordinasi dengan organisasi masyarakat turut dikedepankan agar tidak terjadi tindakan sepihak.

“Ormas yang ingin membantu menjaga ketertiban akan dirangkul dalam pola pengamanan terpadu,” tambahnya.

Di sisi lain, Satpol PP juga mengantisipasi meningkatnya gelandangan dan pengemis selama Ramadan.

Shelter di kawasan Pakualaman disiapkan sebagai penanganan awal, sementara warga luar daerah diarahkan ke camp assessment Dinas Sosial DIY di Mergangsan.

“Pendekatan kami tetap humanis, namun ketertiban kota harus terjaga sepanjang Ramadan,” pungkas Octo.***

Berita Lainnya

Terkini