SBY Buka Munas Gapensi di Bali

20 Januari 2014, 13:03 WIB
sby+buka+gapensi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tinjau pameran usai membuka Munas Gapensi di Bali (Foto:Kabarnusa)

Kabarnusa.com, Denpasar – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka musyawarah nasional ke 13 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Sanur Bali.

SBY hadir memberi membuka Munas Gapensi dan seminar dan pemeran konstruksi nasional serta rapat koordinasi nasional lembaga pengembangan jasa konstruksi (LPJK) di Hotel Grand Bali Beach.

Selain didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, beberapa menteri tampak mendampingi seperti  Jero Wacik, MS Hidayat. Joko Krimanto.

Saat menyampaikan sambutannya, Ketua Badan Pimpinan Pusat BPP Gapensi Suharsojo mengatakan Munas dan sekaligus peringatan hari ulang tahun GAPENSI kali ini mengusung tema besar Bali Construction Expo, Business Forum & Golf Tournament.

“Gapensi mitra pemerintah pusat dan daerah yang telah memperkerjakan sekira 30 juta pekerja,” kata Suharsojo Senin (20/1/2014).

Kata dia, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Suharsojo menambahkan, Indonesia saat ini sedang giat-giatnya menggalakkan pembangunan infrastruktur di segala bidang guna mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat lewat program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pemerintah telah mengalokasikan dana investasi dalam jumlah besar untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut.

Diketahui, sejak diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2011 hingga Juli 2013 total nilai investasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) telah mencapai Rp647,462 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Perekonomian, total proyek MP3EI yang telah groundbreaking sampai Juli 2013 sebanyak  240 proyek dengan nilai investasi Rp647,462 triliun, di mana 94 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp364,458 triliun

Ditambahkan, investasi itu berasal dari sektor rill dan 146 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp283,004 Triliun. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini