SDN Besan Klungkung Ubah Air Hujan Jadi Solusi Konservasi, Menang Lomba Tirtanovasi IDEP

Iinovasi berbasis sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi krisis air dibuktikan SDN Besan Klungkung

1 November 2025, 09:28 WIB

Klungkung – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Besan, Kabupaten Klungkung, membuktikan inovasi berbasis sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi krisis air.

Sekolah ini berhasil mencuri perhatian dengan proyek Taman Hujan Sekolah, sebuah sistem terpadu untuk menampung, menyaring, dan memanfaatkan air hujan, yang mengantarkan mereka menjadi salah satu pemenang program hibah Tirtanovasi dari IDEP Selaras Alam.

Proyek ini lahir dari kepedulian mendalam Osila, seorang guru PPPK dan inisiator program, terhadap kampung halamannya.

“Dulu kami bermain di sungai sepulang sekolah, tapi sejak saya kembali pada 2012, sungai-sungai di sini makin kering. Padahal Besan terkenal banyak mata air,” kenang Osila.

Keprihatinan ini memicu kolaborasi antara Osila dan IDEP Selaras Alam. Mereka mencari solusi agar air hujan tidak terbuang percuma, yang kemudian melahirkan ide Taman Hujan Sekolah.

Inovasi Sederhana yang Efektif

Taman Hujan Sekolah bukan sekadar sumur resapan biasa. Sistem kerjanya dirancang secara edukatif dan terintegrasi:

Penampungan: Air hujan disalurkan dari genteng ke kolam penampungan.

Pemanfaatan: Air dari kolam digunakan untuk menyiram tanaman, mengepel, dan keperluan sekolah lainnya.

Resapan: Jika kolam penuh, air dialirkan ke area taman untuk meresap kembali ke tanah.

Hasilnya mencengangkan: SDN Besan mencatat efisiensi penggunaan air bersih hingga 50% sejak proyek ini berjalan.

Lebih dari sekadar solusi lingkungan, Taman Hujan Sekolah menjelma menjadi ruang praktik nyata bagi para siswa.

Anak-anak diajak aktif menanam dan merawat bibit tanaman lokal seperti kluwek, kemiri, dan gayam.

Kepala Sekolah SDN 2 Besan, Wayan Yudiartana, menegaskan fokus utama program ini:

“Tujuan kami yang pertama adalah edukasi kepada anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari lingkungan sekitar.”

Osila menambahkan  edukasi ini krusial untuk menanamkan pemahaman bahwa air bisa diolah dan dimanfaatkan berulang, sebuah pelajaran penting di tengah makin sempitnya lahan resapan di kota-kota.

Sekolah Sebagai Agen Perubahan

Kisah sukses SDN Besan adalah bukti nyata filosofi program Tirtanovasi, yang dirancang oleh IDEP Selaras Alam untuk melihat sekolah sebagai subjek dan agen perubahan.

Muchamad Awal, Direktur Eksekutif IDEP Selaras Alam, menjelaskan pendekatan ini:

“Kami percaya masyarakat mampu menghasilkan inovasi dan solusi lokal. Lomba ini untuk menunjukkan potensi inovasi berbasis masyarakat.”

Melalui Taman Hujan Sekolah, SDN Besan telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap keberlanjutan air di Bali dapat dimulai dari langkah kecil dan inspiratif di lingkungan sekolah. ***

Berita Lainnya

Terkini