Sejarah Harmoni Bali–Tiongkok Menguat di Perayaan Imlek INTI Bali

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menekankan ikatan kultural masyarakat Bali dan Tiongkok berlangsung selama berabad-abad

22 Februari 2026, 08:04 WIB

Denpasar  – Perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali di Hongkong Garden, Sanur, Jumat (20/2), menjadi momentum menegaskan kembali akar sejarah panjang hubungan Bali dan Tiongkok.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, hadir membacakan sambutan Gubernur Wayan Koster yang menekankan ikatan kultural kedua masyarakat telah berlangsung berabad-abad.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan, relasi Bali–Tiongkok bukanlah fenomena baru, melainkan bagian dari perjalanan sejarah yang melahirkan akulturasi budaya unik.

Jejaknya tampak dalam arsitektur pura, penggunaan pis bolong dalam upacara, seni pertunjukan, hingga kuliner yang menyerap pengaruh Tiongkok.

Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta, menambahkan bahwa hubungan ini bahkan tercatat sejak masa Dinasti Tang.

Kisah perkawinan raja Bali dengan putri Tiongkok, Kang Ching Wie, menjadi simbol akulturasi yang masih hidup dalam ornamen, tradisi sosial, dan kuliner Bali hingga kini.

“Keberagaman di Bali bukan sekadar slogan, melainkan cara hidup yang telah menyatu secara alami selama berabad-abad,” ujarnya.

Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhang Zhisheng, menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok kini memasuki tahap baru.

Selain perdagangan yang terus meningkat, pariwisata juga menunjukkan tren positif dengan lebih dari setengah juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Bali sepanjang 2025.

Perayaan Imlek kali ini mengusung tema Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan”. Tradisi yu sheng dilakukan bersama sebagai simbol harapan akan rezeki dan kebersamaan.

Pertunjukan barongsai, liong, serta tarian tradisional Tionghoa berpadu dengan nuansa Bali, memperlihatkan harmoni lintas budaya yang telah terjalin sejak lama.***

Berita Lainnya

Terkini