Sejarah Ki Barak Panji Sakti Diangkat dalam Parade Budaya HUT ke-422 Singaraja

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut parade budaya sarana mengingat sejarah lahirnya Kota Singaraja dan memberi ruang seniman lokal.

30 Maret 2026, 22:27 WIB

Singaraja -Untuk pertama kalinya, parade budaya digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja, Senin (30/3/2026).

Acara yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng ini mengangkat perjalanan sejarah Anglurah Ki Barak Panji Sakti, mulai dari kelahiran hingga masa kejayaan Kerajaan Buleleng.

Pembukaan parade berlangsung di kawasan Air Mancur Taman Kota Singaraja, ditandai dengan pemukulan cengceng oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, serta Wakil Bupati Gede Supriatna.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, dan Kajari Edi Irsan Kurniawan.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi sejak awal acara. Meski sempat diguyur hujan, penampil tetap menunjukkan totalitas, sementara warga bertahan menyaksikan hingga akhir.

Parade diawali Sanggar Seni Manik Uttara yang menampilkan keberagaman etnis Bali Utara, disusul Sanggar Seni Sari Kencana Desa Musi dengan fragmen tari Embas Sang Putra.

Kecamatan Tejakula menampilkan keseharian Ki Barak Panji Sakti, dilengkapi parade busana adat medeeng khas Desa Sembiran, Tari Baris, dan kesenian wayang wong.

Kecamatan Busungbiu menghadirkan kisah perjalanan Ki Barak Panji Sakti ke Denbukit serta tari sakral Rejang Kraman.

Kubutambahan menampilkan pertemuan Ki Barak Panji Sakti dengan raksasa Panji Landung, sementara Seririt mengangkat kisah penyelamatan kapal karam saudagar Cina.

Banjar menampilkan penobatan Ki Barak Panji Sakti sebagai Raja Buleleng, Sukasada memperlihatkan strategi perang megoak-goakan, dan Sawan mengisahkan gugurnya Pangeran Danudhresta.

Parade ditutup Kecamatan Buleleng dengan fragmen tari kejayaan Kerajaan Buleleng.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut parade budaya ini sebagai sarana mengingat sejarah lahirnya Kota Singaraja sekaligus memberi ruang bagi seniman lokal.

Ia menegaskan kegiatan ini akan memacu kreativitas generasi muda.

Puncak perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja dijadwalkan berlangsung malam harinya di RTH Taman Bung Karno dengan pemberian penghargaan kepada seniman serta penampilan hiburan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi inovasi parade budaya tersebut dan berharap dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat besar bagi masyarakat Buleleng dan Bali.

Parade juga menampilkan gebogan, uparengga, serta busana adat medeeng dari masing-masing kecamatan, dengan rute berakhir di Terminal Banyuasri.

Meski diguyur gerimis, penampil dan penonton tetap bertahan hingga acara usai, menegaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perhelatan budaya ini. ***

Berita Lainnya

Terkini